Sabtu, 18 April 2026

RSBK Gelar Pekan Olahraga Antar Rumah Sakit se-Batam

Berita Terkait

Ketua Yayasan Perkumpulan Budi Kemuliaan, Sri Sudarsono, bersama pengurus KONI Batam dan undangan melambaikan tangan kepada peserta pada pembukaan pekan olahraga antar Rumah sakit Se-Kota Batam di lapangan Rumah sakit Budi Kemuliaan, Minggu (26/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ketua Yayasan Perkumpulan Budi Kemuliaan, Sri Sudarsono, bersama Ketua Koni Batam membuka pekan olahraga antar rumah sakit 2018 di lapangan Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Kota Batam, Minggu (26/8).

Pekan olahraga kesehatan ini diikuti ratusan peserta dari 16 rumah sakit se-kota Batam. Beragam perlombaan akan dilombakan hingga 20 Oktober 2018 mendatang seperti, bola voly, badminton. tenis meja serta lomba futsal.

“Pesertanya mulai dari karyawan, tenaga medis termasuk juga dokter,” kata Sri kepada Batam Pos, Minggu (26/8).

Selain itu, pihaknya turut menghadirkan olahraga catur serta cerdas cermat antar rumah sakit peserta lomba. Puncak acara dan sekaligus penyerahan hadiah serta tropi akan diselenggarakan pada 20 Oktober 2018 mendatang.

Pekan olahraga rumah sakit 2018, kata Sri ditujukan sebagai momen memperingati hari ulang tahun RSBK ke 25, dan ulang tahun Perkumpulan Budi Kemuliaan yang ke 35 tahun. Kegiatan ini rutin digelar perlima tahun sekali.

“Harapannya dengan acara ini kita saling bersilaturahmi. Saya berharap rumah sakit lain juga mengikuti (pekan olahraga), supaya ke depan kita saling mengenal satu sama lain,” tutur Sri.

RSBK adalah sebuah rumah sakit yang berada di Jl Budi Kemuliaan No.1 Kampung Seraya Batam. Bermula dari pemikiran Sri Soedarsono, untuk membantu meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak di pulau Batam. Kemudian dengan dukungan Dr.Soemarno, selaku Ketua Perhimpunan Budi Kemuliaan Jakarta, maka niat mulia itupun terwujud, dengan berdirinya Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Budi Kemuliaan Batam yang diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI pada tanggal 8 Oktober 1984.

“Meskipun kita masih kelas B, tapi penangan cepat dan keselamatan pasien tetap kita utamakan. Saya gak ada terima, kalau sudah darurat harus segera dibantu. Rumah sakit ini berdiri juga karena bantuan kemanusian dari teman-teman saya di Belanda dahulu,” kenang Sri. (rng)

Update