
F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah mengajukan tiga twin blok rusun untuk keluarga ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Total Satuan Rusun (satrusun) atau unit rusun dari tiga twin blok ini mencapai, 285 satrusun. Gayung bersambut, KemenPUPR telah memproses permintaan Pemko Batam tersebut.
“Terakhir mereka sudah survei lokasi, dan mereka minta surat keseriusan daerah terkait rencana pembangunan tambahan rusun ini,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rusun Pemko Batam, Teguh, Minggu (26/8).
Lokasi pembangunan tambahan twin blok rusun tersebar di dua lokasi yakni dua twin blok di komplek rusun Mukakuning II yang berdiri di sampaing Kawasan Industri Batamindo serta satu twin blok di Putra Jaya Batuaji. Selain rencana pembangunan tahun depan, Teguh mengungkapkan KemenPUPR juga telah membangun lim twin blok rusun non pemerintah tahun 2018 ini.
“DI Universitas International Batam, Batam Tourism Polytechnic, di komplek Hidayatullah Batuaji, Kemudia rusun Imigrasi dan di kawasan Perumnas yang di Seibeduk,” papar dia.
Ia mengatakan, animo masyarakat akan rusun memang terbilang tinggi. Seperti di Mukakuning II dari 3 twin blok yang tersedia hanya 30 yang kosong, ini karean sebagian besar yang kosong sempat dipersiapkan untuk masyaralat Sukadamai yang terdampak pelebaran drainase, tetapi warga menolak untuk pindah ke rusun dalam hal ini.
“Animo tinggi sebenarnya. Malahan kami sampaikan kendala di rusun ini masih soal jalan yang belum dikeraskan tak masalah buat mereka. Jalannya kami udah lelang tahun ini untuk dipasangkan bauksit,” kata dia.
Namun dia tak menampik ada rusun yang bayk kosong, seperti di Batamec Tanjunguncang Batuaji. Hal ini dipengaruhi oleh turunnya sektor galangan kapal. Berbagai cara dilakukan pihaknya yakni dengan menyebarkan brosur hingga menyiarkan informasi via media sosial namun tak terlalu berarti.
“Kalau galangan kapal ramai, pasti ramai,” imbuhnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Pelaksana Teknis (Plt) Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam, Eryudhi Apriadi memengatakan Rusun yang dikelola Pemko Batam sebanyak 30 twin blok dengan 2.778 sarusun yang khusus ditempati warga yang sudah berkeluarga dan berpenghasilan rendah, dari jumlah tersebut sudah terisi 2.157 sarusun, kosong sebanyak 322 dan sedang dalam perbaikan sebanyak 299 sarusun.
“Secara keseluruhan termasuk yang dikelola BP Batam, Jamsostek dan lain-lain di Batam sebenarnya ada 78 twin blok rusun. Tapi secara keseluruhan jumlah unitnya kami tak tahu. Yang dikelola pemko ada yang kosong karena penghuninya pulang kampung karean kondisi ekonomi sekarang yang lesu, banyak di daerah Tanjunguncang,” pungkasnya. (iza)
