
foto: batampos.co.id / dalil harahap
batampos.co.id – Jajaran Polsek Batuaji terus mendalami kasus penyekapan dua balita, Rhm dan Ak, di Batuaji, Batam. Selain paman kedua korban, Suryanto, polisi memastikan bakal ada tersangka baru dalam kasus ini.
Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan, selain dari keterangan tersangka Suryanto dan sejumlah saksi, pihaknya juga mendapatkan beberapa bukti baru. Sehingga ia memastikan akan ada tersangka lain selain Suryanto.
“Pastinya tambah. Besok (hari ini, red) akan dirilis Kapolres Barelang,” ujar Dalimunthe, Minggu (26/8).
Sayangnya Dalimunthe masih enggan menyebut siapa calon tersangka baru tersebut. Termasuk saat disinggung soal keterlibatan anak pertama Suryanto, Ads, Dalimunthe juga enggan berkomentar.
Sementara kondisi kesehatan Rhm dan Ak yang dirawat di RSUD Embung Fatimah Batam mulai membaik, Minggu (26/8). Kepada Batam Pos Rhm mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari pamannya, Suryanto. Juga dari anak pertama Suryanto, Ads.
“Kakak (Ads, red) jahat sama kami. Kakak sering pukul saya dan adik,” kata Rhm saat ditemui di ruang Anyelir Nomor 302 lantai III RSUD Embung Fatimah, Minggu (26/8).
Rhm kemudian menunjukkan beberapa bekas luka akibat dianiaya Suryanto dan Ads. Yang paling parah adalah bekas luka yang masih membiru di bagian punggungnya. Memar di punggung Rhm itu cukup parah. Saat disentuh, Rhm meringis kesakitan.
“Kakak pukul pakai pipa,” terang bocah berusia 4,5 tahun itu.
Rhm sendiri sudah dinyatakan sehat setelah sebelumnya sempat mengalami infeksi pada saluran pembuangan. Saat ditanya keinginannya, Rhm mengaku sangat ingin bertemu kedua orangtuanya yang saat ini dalam perjalanan dari Timor Leste ke Batam.
“Abang ingin bertemu Bapak dan Ibu,” ujarnya.
Sementara adiknya, Ak, terlihat sibuk dengan beberapa mainan sumbangan warga. Meski kondisi kesehatannya juga berangsur membaik, bocah berusia 3 tahun itu masih harus dirawat. Jarum infus masih terpasang di lengan kanannya.
Seperti halnya Rhm, Ak juga memiliki sejumlah bekas luka di tubuhnya. Yang cukup parah adalah bekas luka bakar di atas pinggulnya.
Selain itu, beberapa gigi Ak juga patah. Menurut perawat RSUD, Rosmauli, gigi Ak patah akibat jatuh atau dipukul dengan benda keras. Bukan terlepas atau tanggal sendiri.
“Kalau terlepas sendiri tentu ada pembusukan di gusi. Ini patah bukan copot. Jadi seperti orang jatuh gitu,” ujar Rosmauli.
Bantuan Mainan dan Pakaian

foto: Polsek Batu Aji untuk batampos.co.id
Kisah pilu penyekapan Rhm dan Ak menuai simpati dari banyak pihak. Selain mengutuk aksi penyekapan itu, mereka juga berbondong-bondong menyumbangkan mainan dan pakaian untuk Rhm dan Ak.
“Banyak yang bawain pakain dan mainan. Alhamdulilah dua bocah ini diperhatikan banyak pihak,” turur Rosmauli, petugas medis RSUD Embung Fatimah yang merawat Rhm dan Ak.
Saat dirawat di ruangan Anyelir RSUD, dua bocah itu juga ditemani, Siti Aminah. Siti merupakan kakak pertama dari M Tahir, ayah kedua bocah itu.
Kepada Batam Pos Siti yang tinggal di Nongsa mengaku baru tahu kejadian itu, Sabtu (24/8) lalu. Dia tahu saat hendak menjenguk Fatimah istri Suryanto yang juga sedang rawat di RSUD karena kecelakaan. “Saya tak tahu sama sekali. Selama ini pikirnya baik-baik saja mereka,” ujarnya.
Siti mengatakan selama ini dua bocah itu dititipkan di keluarga Suryanto karena M Tahir dan istrinya kerja di Timor Leste. “Sudah dua tahun mereka dititipkan sama Suryanto. Tak nyangka akan jadi begini,” ujar Siti.
Selama dua tahun bersama keluarga Suryanto, Siti mengaku tak tahu persis keseharian dua bocah itu sebab tempat tinggalnya cukup jauh di Nongsa. Bahkan dia mengaku belum pernah bertemu semenjak M Tahir dan istrinya pergi ke Timor Leste. “Inilah baru jumpa lagi. Saya jarang ke tempat mereka makanya tak tahu. Pikirnya baik-baik saja,” ujat Siti.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Rhm dan adiknya, Ak, ditemukan warga tengah disekap di ruangan kosong tanpa atap di samping rumah pamannya, Suryanto, di Perumahan Central Park Batuaji, Kamis (23/8) malam lalu. Saat ditemukan keduanya tengah kelaparan.
Warga langsung mengevakuasi keduanya dan membawa mereka ke RSUD Embung Fatimah, Batam. Selain didiagnosa mengalami gejala busung lapar, keduanya juga mengalami infeksi pada saluran pembuangan. Sejauh ini polisi sudah menetapkan satu tersangka, yakni Suryanto yang tak lain adalah paman kedua korban. (eja)
