batampos.co.id – Tuna sirip kuning atau yang dikenal dengan yellow fin, menjadi primadona ekspor ke beberapa belahan negara di dunia. Terutama Uni Eropa.

“Tuna hasil tangkapan di pantai selatan yang dikumpulkan di Sendangbiru, diekspor ke luar negeri sudah bertahun-tahun lalu,” kata Penyuluh Perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan wilayah Malang selatan, Bima Perkasa Baskara Putra, Minggu (26/8/2018).

Mekanisme ekspornya, imbuh laki-laki yang baru beberapa bulan di Malang itu, tuna sirip kuning hasil tangkapan nelayan dikirimkan ke Tanjung Benoa, Bali. Soal pengiriman ke luar negeri dilakukan di Tanjung Benoa.

Sebelum dikirim ke Tanjung Benoa, tuna-tuna tersebut harus melalui proses lelang dahulu di tempat pelelangan ikan (TPI) Pondok Dadap, Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Bima menjelaskan, konsumsi tuna sirip kuning memang kebanyakan diperuntukan pasar luar negeri. Lantas bagaimana dengan pasar dalam negeri? Dia menjelaskan, tidak banyak warga lokal yang mengonsumsi ikan kualitas premium itu. Biasanya, hanya dicari oleh pengusaha kuliner makanan Jepang atau perhotelan.

Ini karena, harga tuna sirip kuning cukup mahal. Per kilogram, ketika lelang dipatok dengan Rp 56 ribu. Padahal, saat lelang, pembeli juga harus membeli satu ekor utuh. Kisaran ukurannya, antara 18-30 kilogram.

“Karena mahal ya, jadi nggak banyak yang konsumsi. Kecuali dari bisnis kuliner,” imbuh dia.

Soal hasil tangkapan, Bima mengatakan, kawasan Sendang Biru memiliki sumber daya alam yang melimpah. Sekali trip atau melaut, satu kapal sekoci untuk penangkap ikan mampu mendapatkan hingga 350 kilogram. Padahal, di Sendang Biru ada sekitar 400 kapal.

Artinya, dalam sekali waktu tangkapan didapatkan 14 ribu kilogram ikan. Padahal, sebulan ada dua kali trip jika sedang musim tangkap ikan.

Yellow fin ini merupakan ikan perairan dalam. Hanya bisa didapatkan di kedalaman antara 250 hingga 300 mil laut.

“Karena ikan dari Sendang Biru merupakan ikan laut dalam, kualitasnya bagus lebih dari yang lainnya. Dagingnya lebih berwarna merah dengan serat menyerupai daging sapi,” tandas dia.

(tik/JPC)

Advertisement
loading...