Minggu, 15 Februari 2026

Di Batam, Tiap Kecamatan Butuh Satu SD dan SMP

Berita Terkait

Inilah sekolah SDN 19 di Perumahan Villa Mukakuning, Tembesi, Sagulung. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Batam butuh banyak sekolah baru. Dewan Pendidikan Batam menilai tiap kecamatan di Batam butuh setidaknya satu SD dan satu SMP baru agar generasi muda Batam bisa menikmati pendidikan seutuhnya.

“Sekarang persoalan utama adalah kurangnya ruang kelas belajar (RKB). Makanya kami sadari ada beberapa titik perlu dibangun sekolah,” kata Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam Sudirman Dianto, Senin (27/8).

Pembangunan sekolah SD dan SMP baru mutlak diperlukan mengingat pertumbuhan penduduk Batam yang terus meningkat tiap tahunnya. Sebagai contoh di Kecamatan Batuaji, kebutuhannya sangat mendesak.

“Di Batuaji butuh satu SD dan satu SMP. Kemudian SD 8 saat ini masih numpang di sekolah lain, jadi butuh lahan. Keperluannya sangat mendesak,” tambah Sudirman.

Di Kecamatan Seibeduk, ia berharap Badan Pengusahaan (BP) Batam membantu membereskan persoalan lahan dengan pengembang.”Lahan tersebut mau dibangun SMP 58 tapi ada persoalan lahan dengan developer. Kami butuh bantuan BP untuk menyelesaikannya,” tuturnya.

Di Kecamatan Lubukbaja juga butuh satu SMP negeri besar. Begitu juga dengan Bengkong dan Sekupang.”Ini sangat butuh penambahan. Dinas Pendidikan punya modal tapi tak punya lahan. Makanya kami jembatani dengan BP,” jelasnya.

Dewan Pendidikan Kota Batam masih akan bertemu lagi dengan BP Batam. Dan pertemuan berikutnya akan membahas persoalan teknis.”Lebih kepada bagaimana merancang pendidikan dalam jangka waktu lima tahun. Dengan mengolah data nanti bisa dilihat kebutuhan lahan yang tepat,” jelasnya.

Disamping soal alokasi lahan untuk gedung sekolah, Dewan Pendidikan Kota Batam juga memberikan saran agar aset BP Batam yang terbengkalai agar diremajakan kembali. Dialihfungsikan menjadi gedung kreativitas. BP juga diimbau menyediakan lahan untuk mendirikan rumah madani, rumah seni dan kreatif.

“Kami lihat ada aset terbengkalai. Contohnya Gedung Beringin dan Gedung di depan Kantor KUA. Lebih baik diremajakan dijadikan Gedung Seni,” katanya.

Sedangkan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan akan segera menindaklanjuti permintaan dari Dewan Pendidikan ini. BP Batam katanya akan menaruh perhatian lebih soal pendidikan di Batam.

“Kita harus sadari bahwa pendidikan adalah hal penting bagi suatu bangsa. Untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang baik jauh lebih penting daripada menggantungkan diri pada sumber daya alam,” ujar Lukita.

Menyadari hal tersebut, BP Batam akan menaruh perhatian lebih terhadap penyediaan sarana pendidikan seperti sekolah di beberapa titik di Kota Batam. (leo)

Update