Sabtu, 11 April 2026

Rekonstruksi Pembuangan Bayi, Elmayuni Peragakan 21 Adegan

Berita Terkait


Elmayuni Nababan, pelaku pembunuh bayinya sendiri saat reka ulang,
Senin (27/8). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batuaji menggelar rekontruksi kasus pembuangan jasad bayi di tempat sampah, Senin (27/8). Rekonstruksi dilakukan di rumah kos-kos pelaku Elmayuni, 24, di perumahan Mukakuning Pemda II RT06/RW 20, Kelurahan Buliang.

Pantauan Batam Pos, sejak pukul 10.00 WIB, personil dari Polsek Batuaji sudah berada di lokasi. Keberadaan polisi tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Mereka berbondong-bondong menyaksikan bagaimana proses rekontruksi berlangsung, sebagian warga juga banyak yang mengabadikannya.

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Delimunthe mengatakan rekonstruksi pembuangan jasad bayi ini berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap pelaku yang dirangkum sebanyak 21 adegan.

Adapun adegan pertama dimulai dengan proses penjemputan pelaku dari pelabuhan menuju alamat rumahnya oleh Herman Junias yang merupakan pacar pelaku. Kemudian dilanjutkan dengan adegan bagaimana Herman mengantarkan pelaku hingga ke kamarnya.

Kemudian pada adegan ke-6, 7, 8, 9 dan 10, pelaku memperagakan bagaimana proses ia mengeluarkan bayinya secara sunsang dengan cara menarik keluar secara paksa yang di lakukannya di dalam toilet rumah kos tersebut. Usai mengeluarkan bayi, pelaku selanjutnya memparaktekan adegan memotong tali pusar, kemudian membungkus jasad bayi hingga membersihkan sisa darah ditoilet dan yang tercecer di lantai.

Selanjutnya pada adegan ke 13 dan 14, pelaku memperlihatkan bagaimana ia mengambil bayi yang tersimpang di kamar kosong selama sepekan, lalu kemudian reka adegan dilanjutkan bagaimana proses ia membuang bayi tersebut di tempat sampah yang ada di depan rumahnya.

Usai memperagakan sejumlah adegan tersebut, pelaku sempat menangis karena merasa malu ditonton oleh ratusan warga yang sedari pagi sudah mengerumuni lokasi tersebut. “Saya malu, juga ingat orangtua di kampung. Orangtua saya sekarang sakit gara-gara saya,”kata Elmayuni.

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Delimuthe mengatakan dalam rekonstruksi tersebut pihaknya menghadirkan sejumlah saksi. Mulai dari pacar, teman kos pelaku, dan beberapa saksi lainnya.

“Tujuan dilakukan rekontruksi untuk memperjelas kronologis kejadian sehingga mempermudah jaksa dalam melakukan penuntutan,” kata Delimuthe .
Selama reka ulang adegan tersebut, polisi tidak menemukan fakta baru terkait pembuangan jasad bayi tersebut. (une)

Update