Rabu, 11 Februari 2026

Gubernur Kepri Mulai Proyek Jalan Lingkar Gurindam 12

Berita Terkait

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun secara resmi memulai proyek pembangunan jalan lingkar Gurindam 12 di Tepi Laut, Tanjungpinang, Senin (27/8). Dalam acara itu Gubernur Nurdin menjatuhkan batu pertama ke laut menggunakan eskavator disaksikan Wakil Gubernur Isdianto, pejabat, dan undangan lainnya.

Gubernur mengatakan, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu prioritas Pemprov Kepri. Menurut Nurdin, membangunan infrastruktur yang memadai akan membawa dampak ganda bagi kehidupan masyarakat.

“Selain menjawab kebutuhan masyarakat, laju gerak perekonomian daerah juga akan meningkat,” ujar Nurdin.

Dengan infrastruktur yang tersedia, menurut Nurdin akan semakin banyak potensi daerah yang bisa digali. Apalagi Tanjungpinang sebagai ibukota provinsi, wajah depannya harus menarik di semua sisi.

“Ini bisa jadi ikon baru di Tanjungpinang. Kita terus gali potensi lain yang mengiringi pembangunan jalan lingkar ini,” tambah Nurdin.

Nurdin optimistis pelaksanaan proyek ini akan berjalan lancar dan selesai tepat waktu. “Segala rangkaian pembangunan jalan saat ini terus dalam tahap proses,” ujar Nurdin.

Adapun rencana awal pembangunan jalan yang akan dibangun seluas 30 meter dengan sisa 50 meter akan dibuat untuk lokasi seperti kawasan hijau, tanpa merusak kawasan laut sekitar juga tidak menganggu alur pelayaran kapal.

Dalam kesempatan itu Nurdin mengatakan, untuk lelang proyek Gurindam 12 sudah mendekati rampung. Meskipun demikian, ia menegaskan tidak punya kewenangan untuk melakukan intervensi atas tiga perusahaan yang bersaing untuk memenangkan tender proyek tersebut.

“Siapapun pemenangnya tidak masalah. Yang penting memenuhi kriteria yang dibutuhkan. Sehingga mega proyek ini dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Gubernur.

Senada dengan Gubernur, Wakil Gubernur Isdianto menghimbau agar kawasan jalan lingkar Gurindam 12 nantinya bukan hanya sekadar jalan saja. Namun di dalamnya dapat memuat aspek yang dapat menguntungkan semua sektor.

“Perencanaan yang dibuat harus sesuai, kita perindah lokasi wajah ibukota ini,” kata Isdianto.

Nantinya, kawasan ini dapat menjadi sektor unggulan apalagi posisinya berada di tepi laut. “Nanti bisa kita jadikan kawasan ini sebagai pengembangan sektor pariwisata,” lanjut Isdianto.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertahanan (PUPR) Kepri Abu Bakar meyakini proyek strategis penataan kawasan Gurindam 12 dapat berjalan dengan baik. Menurutnya, apabila tidak ada kendala proses lelang akan tuntas pada pekan pertama September mendatang. Sehingga pekerjaan fisiknya bisa segera dimulai.

“Proses lelang sedang mendekati akhir. Semoga tidak ada sanggahan, sehingga bisa dilakukan penandangan kontrak kerja,” ujar Abu Bakar di lokasi yang sama.

Sebelumnya, tiga perusahaan besar bersaing untuk mendapatkan tender proyek Pembangunan Infrastruktur Penataan Kawasan Pesisir Pantai Gurindam 12 Kota Tanjungpinang. Mega proyek tersebut memiliki nilai pagu anggaran sebesar Rp 514,6 miliar. Tahapan lelang proyek tersebut saat ini adalah evaluasi penawaran.

“Dari 62 peminat, hanya ada tiga perusahaan yang secara resmi mengajukan penawaran untuk proyek Gurindam 12 Kota Tanjungpinang,” ujar Kepala Badan Pelayanan Pengadaan (BLP) Provinsi Kepri, Misbardi, Minggu (26/8) lalu di Tanjungpinang.

Mantan Kepala Biro Umum Pemprov Kepri itu mengatakan, ketiga perusahaan nasional tersebut adalah PT Conbloc Infratecno yang mengajukan penawaran sebesar Rp 427.660.057.827,37. Perusahaan kedua adalah PT Gunakarya Nusantara dengan penawaran senilai Rp 487.999.203.609,75. Sedangkan perusahaan ketiga adalah PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Tbk dengan tawaran terbaik sebesar Rp 499.693.962.978,56

“Ketiga perusahaan ini yang sedang dievaluasi penawarannya. Tentunya proses evaluasi ini juga diperkuat dengan cek dan ricek terkait track record ketiga perusahaan tersebut,” papar Misbardi.

BWSS Bangun Pemecah Ombak

Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) IV memberikan dukungan terhadap pembangunan proyek Gurindam 12 milik Pemprov Kepri. Sinergi tersebut ditandai dengan dimulainya pembangunan break water (pemecah ombak) sepanjang 550 meter di kawasan Laman Boenda, Tanjungpinang, Senin (27/8).

“Nama kegiatannya adalah pengamanan pantai. Meskipun sifatnya batu kosong, tetapi berfungsi untuk mendukung proses reklamasi Proyek Gurindam 12 nantinya,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai BWSS IV, Robby Indra Gartika disela-sela memantau pekerjaan pemasangan break water, kemarin.

Dijelaskannya, proyek break water senilai Rp 10 miliar tersebut dikerjakan PT Fatimah Indah Utama. Sedangkan konsultan kegiatannya adalah PT. Innako Internasional. Menurut Robby, disepanjang 550 meter yang masuk dalam Zona I pada proyek Gurindam 12 ini, akan dipasang 6.000 kubik batu granit. Yakni dimulai dari Tanjungbuntung sampai ke kawasan Ocean Corner, Tanjungpinang.

“Susunan batu granit itu nanti akan berfungsi sebagai pemecah ombak. Sehingga akan mengurangi pencemaran lingkungan ketika berjalannya proyek reklmasi,” jelas Robby.

Ditegaskan Robby, proyek break water ini sepenuhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Ia mengakui pelaksanaan proyek sedikit tertunda lantaran belum keluarnya izin analisis dampak lingkungan (Amdal) untuk pelaksanaan mega proyek tersebut. Proyek break water ini berada dalam satu paket dengan kegiatan
yang sama di Karimun, Batam, dan Tanjungpinang.

“Adapun kontrak kerjanya adalah dua tahun. Sehingga akan berakhir dalam waktu 16 bulan ke depan. Karena pelaksanaan kerja dimulai pada Agustus 2018,” paparnya. (jpg)

Update