Rabu, 22 April 2026

Harga Daging Ayam Tinggi, Penjual Nasi Menjerit

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Harga daging ayam di pasar masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah. Saat ini harga daging ayam segar masih bertahan di Rp 42 ribu per kilogram, padahal harganya ditetapkan Rp 32 ribu.

Aan Wahyudi, penjual daging ayam di Pasar Fanindo, mengatakan terpaksa menjuall harga ayam dengan harga tinggi, sebab modal yang ia ambil dari peternak memang sudah tinggi.

“Modal paling rendah itu Rp 37 ribu, makanya harganya semahal sekarang,” ujar Aan, Selasa (28/8).

Dia mengatakan harga ayam tinggi sejak sehari sebelum Lebaran Idul Adha lalu. Hingga saat ini ia belum melihat adanya tanda-tanda penurunan untuk harga ayam segar. “Sudah hampir sepekan harganya belum turun-turun,” katanya.

Sementara tingginya harga daging ayam banyak dikeluhkan warga terlebih penjual nasi warung yang ada di Batam. Mereka mengaku harga ayam sekarang cukup menyulitkan dan membuat mereka bingung untuk mematok harga seporsi nasi.

“Harga ayam naik turun. Bingung juga mau kasih harga berapa ke pelanggan,” kata Sri Mulyani, pemilik warung makan Jawa Timur di Batuaji.

Dia mengatakan seporsi nasi ia jual Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu, itu sudah termasuk sepotong ayam. “Mau kurangi porsi nanti pelanggan pada lari,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Zarefriadi mengaku harga jual ayam di Kota Batam masih dan perlu diturunkan.

“Tak ada yang berubah signifikan. Tapi terkait ayam masih perlu diturunkan,” kata Zarefriadi.

Menurutnya kondisi ini tak hanya terjadi di Batam, tapi juga di daerah lain di Indonesia. Ia mengutip pernyataan Kementerian Perdagangan, kondisi ini terjadi karena kenaikan harga ayam di musim Idul Fitri lalu terlalu tinggi. Sehingga untuk menurunkannya kembali ke harga normal cukup sulit. (une)

Update