Ilustrasi busi untuk pengapian kendaraan bermotor (Pixabay.com)

 

Iklan

batampos.co.id – Tahukah Anda, penurunan performa pada busi bisa membuat kendaraan seperti motor mengalami masalah.

Banyak pengendara motor tidak mengetahui dengan pasti kapan seharus busi diganti atau berapa lama busi normal bekerja optimal. Hal ini menyebabkan dalam kondisi tertentu, motor tiba-tiba ngadat dan akhirnya mati, walaupun busi tak terkena air.

Technical Support, PT. NGK Busi Indonesia menjelaskan busi termasuk sebagai salah satu komponen pergantian berkala yang perlu diganti pada waktunya. Jika tidak akan menimbulkan banyak permasalahan pada motor.

“Jika busi mulai rusak maka motor akan mengalami masalah seperti Engine idle tidak stabil, dan akselarasinya menurun, boros bahan bakar dan pemotor mengalami kesulitan start engine,” kata Diko pada JawaPos.com, Senin (27/8/2018).

Bila ini terjadi tentu akan sangat menganggagu pemotor. Karena itu secara detail ia menjelaskan agar busi motor diganti tepat pada waktunya. Jika tidak dilakukan maka rentetan kerusakan bisa terjadi pada komponen lain karena ia berhubungan dengan suplai api.

“Agar percikan api kelistrikan busi selalu terjaga baik dan optimal Busi harus diganti pada waktunya. Biasanya untuk motor, kami sarankan diganti setelah 6 ribu Km,” jelasnya.

Durasi pemakain busi berdasakan kilometer yang disarankan NGK ini merupakan hasil pengujian rata-rata kendaraan roda dua secara umumnya. Hasil akan berbeda pada setiap kendaraan bergantung pada merek dan jenis mesin
yang digunakan.

Ia juga memberikan catatan bahwa membiarkan kerusakan pada busi akan mengakibatkan efek berantai pada sistem pengapian yang menyebabkan kerusakan permanen pada busi maupun pada komponen sebelum busi.

(wzk/JPC)