
batampos.co.id – Biaya sewa untuk tinggal di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) yang dikelola Pemerintah Kota (Pemko) Batam terbilang murah. Hal ini karena sejak 2011 lalu belum ada kenaikan tarif. Dalam hal ini, Pemko Batam akan menggelar kajian untuk menaikkan besaran biaya sewa terbaru.
“Tahun ini kami akan mengkaji kemungkinan kenaikan itu. Kami juga sudah dapat arahan dari Sekda juga (Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin),” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rusun Pemko Batam, Teguh, kemarin.
Ia mengatakan, bertahun-tahun biaya sewa tidak naik dikarenakan pertimbangan Pemko Batam akan ekonomi Batam. Ia mengklaim, rencana kenaikan kelakpun tidak akan terlalu memberatkan masyarakat, dan rusun-rusun yang diproritaskan untuk naik yakni rusun yang berada di lokasi strategis dan tentu banyak peminat.
“Naiknya pu nanti, angkanya tidak terlalu tinggi. Selama bertahun tahun tidak naik artinya program Pemko Batam pro rakyat, naiknya nantipun kami masih mempertimbangkan kemampuan masyarakat, masih terjangkaulah,” paparnya.
Namun soal besaran kenaikan, ia mengaku belum mendapat angka pasti karean perlu melewati tahapan. Tahapan pun belum diketahui kapan akan berakhir, pada prinsipnya rencana tersebut sudah digulirkan. IA mengaku paham kelak kebijakan ini akan menimbulkan pro dan kontra.
“Kita sudah tidak lama naik, rusun-rusun yang dikelola macam BP Batam juga sudah pada naik,” kata dia.
Untuk diketahui, kini tarif sewa rusunawa Pemko Batam yang diperuntukan untuk keluarga dengan status MAsyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yakni Rp 240 ribu perbulan untuk lantai 1, Rp 225 ribu untuk lantai 2, sementara untuk lantai 3 Rp 210 ribu dan lantai 4 sebesar 195 ribu perbulan.
” Itu fasilitasnya, seperti satu kamar tidur dan satu ruang tamu, terus ada kamar mandi juga balkon,” pungkas Teguh. (iza)
