batampos.co.id – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 11 Batam di Pulau Buluh saat ini sangat membutuhkan listrik untuk menunjang proses belajar mengajar mereka.

Iklan

“Sekolah kami belum dilengkapi listrik. Kondisi ini sudah cukup lama,” ujar Kepala Sekolah SMAN 11 Batam, Sumiati saat Batam Pos yang ditemani Manager pemasaran Batam Pos, Herianton, bertandang ke sekolah tersebut, Selasa (28/8).

Dia mengatakan karena tidak dilengkapi aliran listrik, sejumlah fasilitas sekolah yang membutuhkan listrik akhirnya jadi percuma alias tak bisa dimanfaatkan. Contohnya komputer.

”Komputer tersedia tapi listrik tidak ada, jadi sia-sia saja,” kata perempuan 53 tahun ini.

Karena itu membuat semua siswa harus menumpang ke sekolah lain tiap ujian nasional.

”Ini jadi problema kami. Komputer ada tapi karena tidak ada listrik akhirnya anak anak harus menumpang tiap UN,” bebernya .

Seperti pengalaman anak didiknya tiap tahun saat mengikuti UN, kalau siswa tak menumpang di rumah warga yang dekat dengan sekolah tempat UN digelar, maka siswa dari pulau itu harus berjuang dengan waktu agar bisa mengikuti ujian tepat waktu.

“Kalau saja sudah ada listrik, anak-anak tidak lagi menyeberang ke Batam hanya untuk ujian,” jelasnya.

Sumiati sangat berharap fasilitas tersebut secepatnya masuk ke sekolahnya. Jika pemerintah tak memperhatikan persoalan itu, ia tak optimis tahun depan mereka bisa melaksanakan UNBK di sekolah sendiri.

“Tergantung dari kebijakan pemerintah. Kalau secepatnya masuk listrik tentu kami akan sesuaikan fasilitasnya, tapi mudah-mudah ya, kabarnya listrik akan masuk November mendatang,” tuturnya.

Guru SMA 11
foto: batampos.co.id / dalil harahap

Selain listrik, pihak sekolah juga meminta kepada pemerintah untuk pengadaan alat transportasi yang lebih layak dan besar untuk siswa ataupun guru yang bersekolah maupun mengajar di Pulau Buluh.

“Kalau ada boat dari pemerintah kan bisa lebih murah untuk siswa dan guru,” ungkapnya.
Sukri, 33, guru olahraga SMAN 11 menambahkan jika sekolahnya cukup banyak meraih penghargaan, baik dibidang olahraga, akademis dan lainnya.

“Pernah dapat juara 1 lomba takrau, olimpiade geografi, desain grafis dan masih banyak lagi,” ucapnya.

Mendengar keluhan pihak sekolah, Herianton yang langsung melihat kondisi sekolah juga berharap pihak pihak terkait segera mencari solusinya.

”Pelajar di pulau ini banyak. Jadi wajarlah ada perhatian pemerintah,” bebernya.

Selain mengunjungi SMA 11, Herianton juga banyak mendapat masukan dari warga Pulau Buluh yang meminta agar Batam Pos rutin tiap pagi masuk ke pulau itu.

”Kami juga butuh informasi yang disajikan Batam Pos,” ujar Ayub, salah satu warga.

Mendengar masukan dari warga, Herianton, mengatakan, bagi warga berada di pulau buluh dan sekitarnya yang mau berlangganan dapat menghubungi nomor 08126110909 atau 081270176148. ”Kalian telepon langsung kami respon,” bebernya. (une)