
batampos.co.id – Selama kurun waktu kurang lebih satu bulan, pemberian vaksin Measles dan Rubella (MR) kepada anak usia 9 bulan-15 tahun baru mencapai 28 persen. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi, Selasa (28/8).
“Masih kurang dan jauh dari harapan kami,” kata dia.
Ia menjelaskan capaian yang belum maksimal ini disebabkan banyaknya sekolah yang menolak mengikuti program pemerintah ini. Meskipun sudah ada edaran yang memperbolehkan vaksin ini.
“Karena banyaknya penolakan jadi target vaksin tidak terpenuhi,” ujar mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Kepri, Bintan ini.
Meskipun begitu Didi menyebutkan pihaknya bersama puskesmas tetap melaksanakan vaksin ke sekolah-sekolah karena tidak semua sekolah menolak vaksin MR ini.
“Yang menolak tidak kami paksa, tapi yang menerima dengan tangan terbuka juga banyak,” imbuhnya.
Kondisi seperti ini tidak menyurutkan langkah Dinkes untuk menyukseskan pemberian vaksin hingga akhir September mendatang. Memasuki bulan depan sasaran vaksin tetap sama, mereka yang berusia 9 bulan hingga 15 tahun. “Kita akan lebih optimalkan lagi karena sudah bulan kedua penyelenggaraan,” ujar Didi.
Ia mengimbau sekolah untuk bisa mendukung program pemerintah ini demi tercapainya bebas campak dan MR ini. “Selagi masih gratis. Nanti kalau di klinik sudah bayar dan itu tidak murah,” tutupnya.(yui)
