Minggu, 15 Februari 2026

Bakamla Jaga Keamanan Investasi Batam

Berita Terkait

Kepala Bakamla RI, Arie Soedewo berjabat tangan dengan Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo.

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia (RI) menjalin kerjasama terkait pengamanan perairan Batam.

“Bakamla memiliki tupoksi kenyamanan laut dan sejatinya adalah pengamanan aktivitas. Sedangkan BP Batam itu mengembangkan pembangunan. Makanya dari kerjasama ini bisa saling menguntungkan,” kata Kepala Bakamla RI Arie Soedowo di Kantor Bakamla di Pulau Setokok, Rabu (29/8).

Arie memahami bahwa jaminan keamanan sangat penting bagi para investor dalam menanamkan modalnya di Batam.”Kami siap memberikan jaminan kepastian dan hukum di Indonesia. Motto kita bersama adalah laut aman dan lestari dan harus kita jaga bersama,” paparnya.

“Bakamla akan hadir untuk menjamin keamanan laut dan rasa aman sehingga keamanan berinvestasi tetap terjaga dan mari berkolaborasi mewujudkannya,” ungkapnya.

Pelaksanaan kerjasama ini akan dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip kerjasama, keterbukaan informasi publik, transparansi dan anti korupsi sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

“Ruang lingkup nota kesepahaman ini meliputi pertukaran informasi, pemanfaatan sarana dan prasarana, peningkatan pengembangan sumber daya manusia (SDM), pelaksanaan pengamanan di laut dan hal lainnya yang disepakati,” ucapnya.

Nota kesepahaman ini nantinya akan diatur dalam perjanjian lebih lanjut yang disepakati kedua belah pihak. Kerjasama ini akan berlaku selama lima tahun.

Di tempat yang sama, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan kerjasama ini sangat penting.”Ini sangat bermanfaat dalam melaksanakan tugas masing-masing pihak khususnya soal pengamanan agar Kepri maju,” ucapnya.

Ia mengatakan selama ini potensi maritim di Selat Malaka itu sangat besar. Pemerintah daerah di Kepri dalam hal ini baru memanfaatkan sekitar 10 persen saja dan sisanya banyak diambil oleh negara tetangga.

“Potensi yang belum kita maksimalkan adalah lalu lintas kapal di Jalur Selat Malaka. Masih 10 persen termanfaatkan. Makanya perlu dibangun sinergitas bersama,” paparnya.

Lukita juga mengapresiasi Bakamla karena memberikan order pembuatan kapal bagi galangan kapal di Batam. “Dukungan order kapal dari Bakamla untuk galangan kapal merupakan infus bagi industri galangan kapal,” jelasnya.

Kerjasama ini datang pada momen yang tepat, karena Negara Yunani sudah menawarkan kerjasama perawatan kapal di Batam. “Saya harap mereka memanfaatkan fasilitas galangan kapal di Batam. Agar ekonomi kembali menggeliat,” pungkasnya.(leo)

Update