batampos.co.id – Sembilan partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 sama-sama memasang target memenangkan Pileg 2019 untuk mendapatkan posisi sebagai ketua DPRD Batam. Kesembilan parpol tersebut masing-masing PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, Demokrat, NasDem, Hanura, PKS, PAN, dan PKB.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batam Jamsir mengaku tetap optimistis kader partainya akan kembali mengulang kesuksesan Pileg 2014 lalu. Sebagai peraih suara terbanyak, wakil PDI Perjuangan berhak atas kursi ketua dewan. Dalam Pileg 2019, Jamsir menargetkan ada 10 wakil dari PDI Perjuangan akan duduk di DPRD Kota Batam.
“Jadi menurut saya itu tidak muluk-muluk. Target kami satu dapil dua wakil,” kata Jamsir, Rabu (29/8).
Dalam Pileg 2014 lalu, PDI Perjuangan mengantarkan delapan kadernya duduk di DPRD Batam. Bahkan ada beberapa dapil yang mengantarkan dua kader PDI Perjuangan ke DPRD. Misalnya Dapil Bengkong-Batuampar yang dimenangkan Udin P Sihaloho dan Nuryanto. Kemudian ada Dapil Batamkota-Lubukbaja yang dimenangkan mendiang Rekaveny dan Ganda Tiur Simorangkir, dan dapil Sekupang-Batuaji-Belakangpadang meloloskan Sugito dan Budi Mardiyanto.
“Menurut saya komposisi caleg yang ada sekarang sudah pas. Maka sangat memungkinkan bagi kita lagi untuk tetap sebagai pemenang termasuk sebagai pemenang pilpres,”katanya.
Tidak mau kalah dengan PDI Perjuangan, Partai Hanura juga tegas mengatakan akan berupaya merebut kursi ketua DPRD Kota Batam. Ketua DPC Hanura, Iwan Krisnawan mengatakan, satu kursi di setiap dapil menjadi keharusan. Menurutnya, strategi pemenangan sudah mulai berjalan di semua dapil.
“Jadi target kita bukan hanya satu fraksi. Tetapi menjadi pimpinan DPRD,” katanya.
Golkar juga bakal menjadi pesaing berat bagi PDI Pejuangan dalam pileg tahun depan. Partai berlambang pohon beringin itu juga menargetkan 10 kursi.
Bendahara DPD Golkar Kota Batam Hendra Asman mengatakan, saat ini ada beberapa dapil yang menjadi andalan Golkar yakni dapil I, II dan III. “Dapil satu dan II ini sudah dua kursi sekarang. Untuk dapil I akan berupaya keras kita untuk tiga kursi. Sementara dapil III adalah dapil ketua dan menurut kita bisa untuk dua kursi,” katanya.
Menurut Asman, untuk bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat secara penuh, maka ketua DPRD adalah menjadi keharusan. “Jadi akan lebih kuat kalau memang kita menjadi ketua. Makanya kami harus jadi pemenang pemilu,’ katanya.
Untuk mewujudkan ini, mayoritas kader terutama yang sudah masuk dalam daftar caleg sudah mulai bekerja ke masyarakat bawah. Sudah turun untuk blusukan, meski memang belum membawa atribut partai karena memang belum masuk dalam tahapan pemilu. Caleg petahana akan tetap jadi andalan partai.
“Kami semua sudah bekerja. Hari-hari kami turun ke masyarakat,” katanya.
Partai Gerindra juga akan berjuang maksimal untuk bisa merebut kursi ketua DPRD Batam. Dengan mengatarkan minimal sembilan kadernya ke DPRD, maka kursi ketua DPRD Batam dipastikan akan dikuasai Gerindra.
“Target Gerindra itu sembilan kursi. Dan itu target real. Kita harus tetap menjadi pimpinan. Dan kalau bisa menjadi ketua,” kata Werton, anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Batam.
Werton mengatakan ada tiga dapil yang bisa diharapkan mendapatkan dua kursi yakni dapil I, II, dan III. Sementara dapil lainnya ditargetkan harus dapat satu kursi. “Semua kader sudah bekerja. Harus bisa pimpinan agar terus bisa lebih maksimal memperjuangkan aspirasi rakyat,” kata Werton, Rabu (29/8).
Selanjutnya, Partai Demokrat yang pada Pileg 2014 lalu berhasil mengantarkan kadernya sebagai wakil ketua III DPRD Batam juga akan berupaya untuk merebut posisi pucuk pimpinan DPRD Batam. Target 8 kursi, menurut Sekretaris DPC Demokrat Kota Batam Sahat Tambunan, sudah cukup mengantarkan kader Demokrat sebagai ketua dewan. Dan menurutnya target tersebut sangat wajar.
Sahat mengatakan semua dapil harus mengirimkan wakilnya ke DPRD. Bahkan ada beberapa dapil yang diharapkan bisa menyumbang dua kursi. “Dapil I Batam Kota-Lubuk Baja kami targetkan dua kursi. Dan kita akan berjuang untuk ini,” katanya.
Bagi Demokrat, caleg petahan juga masih tetap menjadi andalan. Itulah sebabnya semua caleg petahana Demokrat mendapat nomor urut satu. Meski menurutnya, hampir semua caleg Demokrat punya kapabilitas dan elektabilitas yang tidak kalah dengan caleg petahana.
Yang tidak kalah berambisi untuk menjadi pimpinan DPRD Batam adalah partai Nasdem. 10 kursi menurut Nasdem adalah target yang wajar. “Kami memang memasang target 10 kursi,” kata sekretaris Nasdem Kota Batam Endang Dwi Socowati, kemarin.
Saat ini ada empat kader Nasdem yang duduk di DPRD Kota Batam dari hasil Pileg 2014 lalu. “Kami targetkan di dapil satu sampai empat ada dua wakil,” katanya.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun tidak mau kalah. Partai ini menargetkan meraih tujuh kursi di DPRD Kota Batam dalam Pileg 2019 mendatang. “Kalau tujuh kursi menurut saya sudah otomatis jadi pimpinan DPRD. Intinya setiap dapil kita upayakan satu kursi,” kata Soekaryo dari Fraksi PKS DPRD Kota Batam.
Saat ini PKS memiliki satu fraksi di DPRD Batam dengan empat anggota DPRD. “Jadi menurut saya, sangat wajar kami menargetkan tujuh kursi dari enam dapil,” katanya.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga punya target tinggi di Pileg 2019 mendatang. Seperti partai lainnya, PKB menargetkan minimal satu wakil dari setiap dapil. “Bahkan kita berupaya untuk bisa meraih lebih,” kata Aman, Wakil Ketua DPC PKB Kota Batam.
Partai Amanat Nasional (PAN) juga mengincar kursi pimpinan DPRD Kota Batam dengan menargetkan delapan kursi. “Kami menargetkan delapan kursi,” kata Sekretaris PAN Kota Batam, Edward Brando.
Tidak jauh beda, PPP dan Perindo juga mengincar satu fraksi penuh. Harus ada wakil dari setiap dapil. Meski memang butuh perjuangan yang sangat keras.
“Kalau Perindo, memang targetnya minimal lima kursi. Artinya dengan adanya enam dapil maka sangat memungkinkan bisa enam,” kata Sekretaris Perindo Kota Batam, Tonny Siahaan.
Tonny mengatakan ada beberapa dapil yang menjadi andalan Perindo seperti dapil V dan VI yang masing-masing diisi oleh ketua dan sekretaris Perindo. “Pak Anang Adhan itu bukan politisi baru. Dia sangat berpeluang. Tetapi hampir di semua dapil kita yakin ada wakil Perindo yang terpilih,” katanya.
Partai baru lainnya, seperti PSI, Garuda dan PBB kompak menargetkan satu fraksi penuh. Targetnya sama yakni, setiap dapil dapat satu kursi. Sementara PKPI hanya menargetkan tiga kursi. “Kalau saya tidak muluk-muluk, tiga kursi sudah hebat,” kata Jurado Siburian, Ketua DPC PKPI Kota Batam. (ian)
