
foto: batampos.co.id / dalil harahap
batampos.co.id – Suryanto warga perumahan Centar Park Tanjunguncang berharap agar polisi tidak melibatkan keluarganya terkait kasus penelantaran dan penyekapan Rahman dan Akbar dua keponakannya yang ditemukan warga dengan kondisi kumal dan kelaparan di samping rumahnya, Kamis (24/8) lalu.
Suryanto yang kini sudah mendekam di sel tahanan Mapolsek Batuaji mengaku bersalah siap menjalani hukuman yang akan diterimanya. Dia menyesal telah menelantarkan dua ponakanya yang tak lain adalah anak dari M Tahir kakak kandungnya itu.
“Saya yang salah semuanya pak. Saya saja yang diproses jangan libatkan keluarga saya,” ujar Suryanto, Selasa (28/8).
Dalam kasus penelantaran dua bocah itu Suryanto mengaku jika Fatimah sang isteri dan Ads puteri pertamanya juga terlibat namun dia berharap agar keluarganya tak dilibatkan.
“Biasalah pak kalau kesal sama anak-anak yang lasak. Biar saya saja pak yang diproses,” harapnya.
Aksi penelantaran dan penyekapan di ruangan tanpa atap dan lantai samping rumahnya itu diakui Suryanto sudah terjadi selama setahun terakhir namun tidak setiap hari. Penyekapan dilakukan jika mereka keluar rumah. Dua bocah itu itu dibiarkan sendiri di rumah sehingga harus disekap di luar rumah agar tidak merusak perabotan dalam rumah.
“Tak setiap hari disitu mereka saat kami pergi saja,” ujarnya.
Setelah kasusnya mencuat dan dia bekuk polisi, Suryanto menyesali perbuatannya itu. Dia berharap agar penyidik meringankan hukumannya dan keluarganya tidak dilibatkan.
Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe menuturkan, penyelidikan terhadap kasus penelantaran dua bocah itu masih terus belanjut. Meskipun dipastikan tersangka lebih dari satu namun untuk sementara masih Suryanto yang resmi ditahan.
“Pertimbangan lain ada makanya baru Suryanto yang diamankan,” ujar Dalimunthe.
Sementara Rahman dan Akbar sendiri sudah kembali normal. Keduanya dititipkan pada Rosmauli, pemdamping dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Batam yang juga bekerja sebagai perawat di RSUD.
“Dua-duanya sudah keluar dari RSUD. Sekarang dititip di Rosmauli,” ujar Dalimunthe.
Dua anak itu nantinya akan diserahkan kembali ke orangtuanya, jika orangtuanya sudah kembali ke Batam. M Tahir orangtua kedua bocah itu masih di NTT karena terkendala biaya pulang ke Batam. M Tahir dan isterinya kerja di Timur Leste sejak dua tahun yang lalu. Kedua anaknya dititipkan pada Suryanto.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Rhm dan Ak ditemukan warga dalam kondisi kumal dan kelaparan di bangunan tambahan samping rumah Suryanto, Kamis (23/8). Rhm dan Ak merupakan anak dari M Tahir kakak kandung Suryanto yang dititipkan kepadanya sejak dua tahun terkahir.
Saat dievakuasi warga, dua bocah itu tampak lemas dan tak bersuara. Keduanya kelaparan sehingga empat bungkus nasi yang diberi warga langsung ludes dimakan dua bocah tersebut. Oleh warga temuan dua bocah yang tak terurus itu dibawa ke Mapolsek Batuaji. (eja)
