Minggu, 5 April 2026

Pertumbuhan Ekonomi Kepri Diyakini akan Tetap Stabil

Berita Terkait

batampos.co.id – Pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan ketiga diprediksi akan tetap stabil di angka 4,0 persen hingga 4,5 persen. Kestabilan tersebut disebabkan ekspektasi bisnis Singapura untuk enam bulan kedepan tumbuh lebih tinggi untuk produk semikonduktor.

“Berdasarkan perkiraan Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU) pada triwulan III tercatat 1,95 persen lebih tinggi dibandingkan triwulan lalu. Dan index dari produksi industri di Singapura terus menunjukkan penguatan,” kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putera di Hotel Aston Nagoya, Kamis (30/8).

Ekspektasi bisnis semikonduktor Singapura untuk enam bulan kedepan akan megnalami pertumbuhan diperkirakan akan berdampak pada sektor industri Kepri terutama semikonduktor.

Ini merupakan kabar baik karena sebelumnya terjadi perlambatan di kinerja sektor industri pada triwulan kedua 2018. Hal itu dapat dilihat dari tingkat penyaluran kredit kepada sektor industri pengolahan yang mencatatkan kontraksi sebesar -13,80 persen (yoy).

“Selain itu, tingkat kunjungan wisman juga tumbuh cukup tinggi diperkirakan akan mendorong kinerja perdagangan. Begitu juga dengan gencarnya proyek infrastruktur pemerintah seperti pembangunan jalan dan proyek swasta,” paparnya.

“Jadi meskipun puncak konsumsi telah berlalu pada triwulan kedua lalu, jika kunjungan wisman tetap tumbuh solid, maka dapat meningkatkan kinerja sektor perdagangan,” ucapnya.

Dua orang pekerja melakukan bongkar muat peti kemas di pelabuhan Macobar Batuampar. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Dari sisi investasi, realisasi investasi tumbuh menguat baik dari sisi investasi bangunan maupun non bangunan, masing-masing tumbuh sebesar 6,58 persen (yoy) dan 10,64 persen (yoy).

“Optimisme investasi terlihat dari perbaikan kinerja Penanaman Modal Asing (PMA) dari terkontraksi – 30,5 persen (yoy) pada triwulan pertama membaik menjadi kontraksi -19,11 persen (yoy) pada triwulan berikutnya,” paparnya.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo masih yakin pertumbuhan ekonomi Batam akan tetap tumbuh. Syaratnya yakni menekankan pentingnya kerja kerja lintas sektoral untuk terus menggenjot pertumbuhan ekonomi di Batam.

Ia mengatakan saat ini ekspor Kepri sudah mulai membaik di semester pertama 2018 dan mengalami peningkatan 10,54 persen. Eskpor non migas yang paling besar adalah adalah dari industri manufaktur dari Batam, yakni 98,14 persen atau meningkat 0,81 persen di banding periode yang sama tahun lalu.

elanjutnya adalah mengembangkan sektor pariwisata di Kepri dan Batam. Di mana pariwisata, bisa diharapkan untuk menopang perekonomian di Indonesia. Pertumbuhan pariwisata di tahun ini bisa dilihat dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Menurut mantan Sesmenko tersebut, target 2,4 juta wisman ke Kepri sangat bisa dicapai. Sebab hingga semester I tahun ini jumlah wisman ke Batam saja sudah mencapai 1,2 juta jiwa.

“Dari kedatangan wisman ini jumlahnya sebagian besar melalaui pintu masuk Batam. Sekitar 74,3 persen,” katanya.(leo)

Update