
Foto.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi angkat bicara soal belum adanya informasi terbaru tentang bantuan dana pembangunan Pasar Induk Jodoh dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Ia mengungkapkan, Kemendag tidak akan mengeluarkan bantuan sebelum bangunan lama pasar induk disterilkan terlebih dahulu. Ini untuk menghindari masalah hukum di kemudian hari.
“Mereka tak mau kalau ada (potensi) resiko. Kalau mereka anggarkan (sebelum tuntas), mereka ada masalah,” kata Rudi, Jumat (31/8) siang.
Ia mengatakan, kini di pasar induk, pedagang-pedagangnya sedang dipindahkan. Dalam hal ini, Pemko Batam bekerja sama dengan pihak ketiga dalam penyediaan lokasi berdagang sementara yang tidak jauh dari pasar induk.
“Nanti kalau sudah steril, kami foto dan kirim ke Kemendag. Pemberitahuan bahwa aset itu benar-benar dikuasai, barulah diproses,” imbuhnya.
Ia menerangkan, tahapan agar bantuan tersebut turun ke Batam tidak bisa instan. Maka tahapan itu semua harus dilalui. “Pelan-pelan. Mengeluarkan (pedagang) yang di dalam saja belum putus. Kami keluarkan dulu,” sebut dia.
Soal bantuan pasar dari pusat, Batam juga mendapatkan satu pasar tradisional yang akan dibangun di Seibeduk. “Pasar itu udah dapat, tinggal bangun saja,” tambah dia.
Kabid Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Zulkarnain mengatakan pasar di Seibeduk sudah mulai dibangun. Rencananya tahun 2019 akan. Nama pasar tersebut adalah Pasar Makmur Serumpun yang mampu menampung 200 pedagang, terutama untuk para pedagang kaki lima (PKL). Pembangunan pasar tradisonal berstandar nasional, lanjutnya, merupakan salahs atu solusi Pemko Batam agar para PK 5 tak lagi berjualan di badan jalan atau trotoar jalan.
“Kami akan tampung para PK 5 ini berjualan di Pasar Makmur Serumpun nantinya. Hal tersebut agar kekhawatiran masyarakat yang tadi banyak sekali kami lihat para PK 5 ini berjualan menggunakan badan jalan, sehingga mengganggu pengguna jalan,” pungkasnya. (iza)
