
foto: batampos.co.id / dalil harahap
batampos.co.id – Petugas keamanan atau sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Batam memperkuat pengamanan di luar gedung lapas. Ini bertujuan untuk mengawasi aktifitas masyarakat ataupu pembesuk yang berkeliaran di luar gedung Lapas.
Kalapas Batam Surianto mengatakan, ada regu khusus yang ditugaskan untuk awasi lingkungan luar gedung lapas selama 24 jam .
“Alhamdulilah kami ada penambahan petugas (sipir) calon PNS sebanyak 73 orang dan mereka difokuskan untuk pengamanan di luar lapas secara bergantian dalam satu regu,” ujarnya, Jumat (31/8).
Regu khusus ini kata Surianto secara bergantian keliling lingkungan luar lapas untuk membantu petugas yang mengawasi dari empat menara yang ada.
“Mereka bantu tim menara. Takut ada yang melemparkan sesuatu dari luar. Gedung kita ini lebih rendah dari dataran sekitr jadi mudah bagi orang luar melemparkan sesuatu ke dalam lapas,” tuturnya.
Melihat posisi gedung lapas yang berada di dataran yang lebih rendah tentu kata Surianto, ancamam pelemparan benda-benda terlarang khususnya narkoba ke dalam lingkungan lapas semakin besar.
Apalagi pemeriksaan di pintu masuk yang cukup ketat harus melalui mesin pendeteksi X Ray dan lain sebagainya, sehingga sulit bagi orang luar untuk masukan barang-barang terlarang ke dalam melalui pintu masuk tadi. Bisa jadi oknum orang luar tadi memanfaatkan kerendahan ini untuk memasukan barang-barang yang dilarang tadi dengan cara melempar.
“Ancaman ini yang kami antisipasi. Selaib petugas khusus tadi, gerbang depan dan akses jalan ke Rutan kami tutup kalau malam hari. Jalan ke rutan langsung berbatasan dengan tembok lapas bagian kiri jadi memang harus ditutup malam hari,” kata Surianto.
Ancaman pelemparan barang dari luar kedalam Lapas ini sudah terbukti. Kamis (30/8) petugas di sana berhasil membekuk Rian Hidayat seorang pembesuk yang melemparkan sebuah plastik yang berisikan serbuk putih yang diduga kuat adalah narkoba jenis sabu.
Pria dari kecamatan Nongsa lempar bungkusan tadi melalui jalan samping menuju Rutan Batam. Aksinya dipergoki petugas pengawas menara sehingga dia dibekuk dan diserahkan ke BNN Kota Batam. Bungkusan yang sudah dilemparnya berisikan serbul putih yang diduga sabu dengam berat selitar 50 gram. (eja)
