Minggu, 5 April 2026

Pariwisata Jadi “Periuk Nasi” Pemko Batam

Berita Terkait


Turis bersepeda melintas di Jalan Ahmat Yani, Simpang Panbil, Mukakuning, Seibeduk. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Wacana Biro Pariwisata yang pernah diusulkan Badan Pengusahaan (BP) Batam dulu kepada pemerintah pusat ternyata belum mendapat restu. Alasannya karena menghargai Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang memang bidang kerjanya mencakup pengembangan pariwisata di Batam.

“Memang BP Batam menganggap pariwisata dapat mengangkat ekonomi. Makanya supaya ada amunisi, dibuatlah restrukturisasi. Tapi usul itu tak kunjung datang, karena pariwisata jadi periuk nasinya Pemko,” kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Guntur Sakti di Hotel Radison, Jumat (31/8).

Meskipun begitu, Kemenpar sangat mendukung sekali event-event pariwisata yang digelar BP Batam. Jika merujuk pada niatnya, maka event-event ini digelar untuk menggairahkan pariwisata di Kota Batam yang sempat lesu.

“BP Batam ini ikut menopang karena dana Pemko kecil. Ini agar pariwisata semakin bergairah,” jelasnya.

Ia menyarankan agar BP Batam dan Pemko saling bantu membantu karena tujuan pengembangan pariwisata itu sama yakni meningkatkan perekonomian Batam.

Sebelumnya, BP akan membentuk Biro Pengembangan Ekonomi Kreatif. Tugasnya adalah mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif. Biro ini merupakan lanjutan dari Biro Pariwisata yang belum mendapat restu dari pemerintah pusat.

“Namanya Biro Pengembangan Ekonomi Kreatif,” kata Deputi V BP Batam Bambang Purwanto belum lama ini.

Ia mengatakan alasan pembentukan biro baru ini adalah untuk memaksimalkan pengembangan pariwisata Batam.

“Jadi dinilai perlu membentuk unit khusus untuk menanganinya dan hal-hal yang punya potensi menggerakkan ekonomi Batam,” paparnya.

Biro ini akan mendukung Pemko Batam dalam mengembangkan pariwisata di Batam. Berikut juga memberdayakan potensi-potensi yang masih bisa digali dari Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menjamur di Batam.

“Untuk saat ini, kami masih menunggu undangan dari Kemenpan RB terkait rapat berikutnya soal unit baru dan tugasnya,” jelasnya.

Nama Biro Pengembangan Ekonomi Kreatif ini dianggap lebih tepat karena saran dari Kemenpan RB dalam rapat sebelumnya. Lebih mencakup keseluruhan dibanding Biro Pariwisata. (leo)

Update