Minggu, 8 Maret 2026

Anak Keroyok Ayah Tiri

Berita Terkait

batampos.co.id – Ab, 30 dan Za, 19, harus berurusan dengan pihak polisi, pasalnya kakak beradik ini mengeroyok Jaini, 60, yang tak lain adalah ayah tiri mereka.

Aksi pengeroyokan tersebut bermula saat Jaini marah kepada anak gadisnya, Ns karena ketahuan menyimpan video dewasa.

“Bapak marah-marah sambil banting pintu, saya dan Za lagi duduk, kaget,” ujar Ab, Minggu (2/9).

Dia mengatakan karena mendengar umpatan dan kemarahan bapaknya, Ab pun merasa tersinggung dan marah. Ab merasa dituduh ikut menyimpan video tersebut.

“Di rumah yang punya gadget cuma adik saya saja (NS). Seolah-olah dia (Jaini) menuduh kami yang simpan video porno itu. Saya tersinggung,” katanya.

Keduanya pun akhirnya cekcok mulut hingga berujung pada pemukulan. Ab melayangkan bogem mentah ke kepala ayahnya. Tak sampai disitu, pekerja bangunan itu terus melancarkan serangan dam memukul kepala Jaini. Jaini sempat berusaha membalas. Namun tenaganya tak lagi sebanding dengan Ab.

Za yang menyaksikan pertengkaran itu juga ikut menghajar Jaini. Pada saat itu, ia mengaku ingin melerai, namun entah kenapa malah ikut terpancing emosi. Za pun memeluk Jaini dari belakang kemudian diangkat dan dibanting ke kanan.

“Saya mau lerai. Tapi mereka berdua tidak mau dilerai,” kata Za.

ilustrasi

Jaini yang sudah mengerang kesakitan mencoba untuk bangkit dan berniat lari menyelamatkan diri. Namun, belum tegak ia berdiri, Jaini pun kembali mendapatkan tendangan dari Za.

Sementara keributan dan pengeroyokan yang dilakukan dua kakak beradik itu juga didengar tetangga. Warga setempat yang yang mengetahui keributan ini melaporkannya ke Polsek Batuaji. Polisi langsung bergerak cepat dan keduanya pun diamankan.

“Keduanya bersama-sama mengeroyok dan menganiaya orang tuanya (Jaini). Bapaknya ketakutan dan lari,” kata Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe.

Hingga saat ini, polisi belum menerima laporan resmi dari Jaini. Pria tersebut lari karena takut dibunuh anak-anaknya. Hingga saat ini keberadaannya belum diketahui.

“Anggota dibantu warga, masih mencari keberadaan Jaini. Kita belum bisa lakukan proses hukum pada ke dua pelaku karena laporan korban belum kita terima. Dasar hukum kita belum kita tidak ada,” tutupnya. (une)

Update