batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Natuna bekerjasama dengan PT Perindo (Perikanan Indonesia) dan Perusahaan Umum Daerah (Perusda) melakukan operasi pasar menjual berbagai jenis ikan di kawasan Perusda Natuna, Kampung Batu Kapal, Ranai, sejak Sabtu (1/9). Operasi pasar tersebut diserbu warga.

Iklan

Pada operasi pasar tersebut, Perindo mengeluarkan berbagai jenis stok ikan beku dan dijual lebih murah dibanding harga ikan di pasar tradisional Ranai. Mahalnya harga ikan di Ranai sudah terjadi sejak bulan puasa lalu hingga saat ini.

Namun dalam operasi pasar tersebut, tidak terlihat ikan jenis tongkol yang kini menembus Rp 80 ribu per ekornya. Sebelumnya hanya Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Sepertinya Perindo tidak memiliki stok ikan tongkol yang cukup untuk dikeluarkan dalam operasi pasar tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan UKM Pemkab Natuna, Helmi Wahyuda, mengatakan operasi pasar ini sebagai upaya pemerintah daerah menekan harga jual ikan oleh pedagang yang selama ini dijual dengan harga sangat tinggi dari biasanya.

”Operasi pasar ini untuk menekan harga ikan di pedagang pasar karena sudah menjadi keluhan masyarakat saat ini,” kata Helmi, kemarin.

Pada operasi pasar tersebut, harga ikan cukup murah dengan kisaran Rp 20 ribu per kilo. Warga yang membeli di operasi pasar pun mengaku harga ikan yang disedikan lebih murah dibanding pedagang ikan di pasar.

”Sangat terbantu, harganya juga lebih murah dibanding ikan di pasar. Harganya tidak bikin kami tercekik,” tutur Analia, warga Ranai.

Operasi pasar tersebut, Perindo mengeluarkan sekitar 700 kilogram ikan dengan berbagai jenis. Untuk memastikan sasaran terpenuhi, pemerintah membatasi pembelian hanya tiga kilogram setiap warga. (arn)