Aktivitas pengunjung di Pantai Moondarhana, Batam. (Bobi Bani/JawaPos.com)

batampos.co.id – Gugusan pulau yang jumlahnya ribuan, membuat wilayah Kepulauan Riau (Kepri) memiliki pantai-pantai indah yang masih alami.

Salah satunya Pantai Moondarhana di Pulau Subangmas, Kelurahan Subangmas, Kecamatan Galang, Batam, Kepri.

Garis pantai yang tidak terlalu panjang menyajikan keindahan dalam bentuk visibilitas air, hamparan pasir, dan udara sejuk.

Suasana nyaman yang dihadirkan pantai bening itu menjadi alasan kenapa namanya adalah Moondarhana. Cerah dan terangnya suasana pantai, baik di kawasan laut maupun hamparan pasirnya, menjadi alasan lain kata bulan (Moon) terpakai sebagai nama pantai.

“Pantai ini sejuk seperti bulan. Kita melihat bulan pasti nyaman,” kata pengelola sekaligus pemilik lahan di Moondarhana, Surahman, 54.

Berada di antara gugusan pulau-pulau, membuat kondisi perairan di Pantai Moondarhana sangat nyaman untuk aktivitas berenang dan snorkeling. Pengunjung yang datang ke pantai ini pasti betah berlama-lama berenang.

Surahman menambahkan, Pantai Moondarhana memiliki keunikan lain. Di kawasan pantai terdapat mata air yang telah ada sejak zaman Belanda. Sampai saat ini, mata air tersebut masih digunakan pengunjung untuk mandi seusai berenang.

Telaga Payung Mahkota
foto: seniberjalan.com

Mata air bernama Telaga Payung Mahkota itu berada tepat di depan pantai. Tidak hanya pengunjung, warga sekitar juga memanfaatkan mata air untuk konsumsi.

Sementara untuk menjangkai Pantai Moondarhana, di butuhkan waktu setidaknya 40 menit menggunakan kapal kayu dari pelabuhan terdekat di Desa Tebing Tinggi, Kelurahan Rempang Cate. Dengan biaya sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, pengunjung sudah bisa menyewa kapal dengan kapasitas 12 orang untuk pergi dan pulang.

Untuk sampai ke pelabuhan, pengunjung akan melewati empat jembatan utama Kota Batam dari pusat kota. Termasuk Jembatan 1 Barelang yang menjadi ikon pariwisata
Batam.

(bbi/JPC)

Advertisement
loading...