Selasa, 10 Maret 2026

Sejoli Ketangkap Basah sedang Tidur Berdua di Kamar Kos

Berita Terkait

batampos.co.id – Budi alias Ajay pemuda 19 tahun harus berurusan dengan polisi. Dia tertangkap basah saat menggauli Er, siswi salah satu SMK di Batuaji yang masih dibawah umur, Rabu (29/8) lalu.

Aksi tak terpuji itu terjadi di kamar kos Er di Tembesi dan yang membawa Budi ke sel tahanan Mapolsek Batuaji adalah Sy ayah Er yang tak terima kesucian anak gadisnya direnggut oleh Budi.

Informasi yang didapat, aksi pencabulan itu terkuak bermula dari kecurigaan Suparman kawan Sy yang curiga kamar kos Er didatangi seorang pria tak dikenal. Pria tersebut tak lain adalah Budi. Merasa ada yang tidak beres, Suparman akhirnya menghubungi Sy ayah Er yang tinggal di Sembulang.

Mendengar kabar tersebut Sy langsung mendatangi kos putrinya di Tembesi, Kelurahan Kibing.

“Anak ini sekolah di Batuaji makanya kos. Orangtuanya tinggal di Sembulang,” tutur Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe.

Saat Sy tiba, ternyata pintu kamar kos anaknya terkunci dari dalam. Sy dan beberapa warga akhirnya mendobrak paksa pintu kos tadi dan mendapati Er tengah tidur berduaan dengan Budi.

Keduanya tak bisa ngelak dan mengaku telah berhubungan badan. Tidak terima sebab anaknya masih sekolah dan belum cukup umur, Sy kemudian membawa Budi ke Mapolsek Batuaji untuk ditindak lanjuti.

Kepada polisi Budi mengaku aksi tak terpuji itu terjadi atas dasar suka sama suka. Keduanya tengah menjalin hubungan asmarah.

“Pacaran kami Pak. Cuman bapaknya tak terima makanya dilaporkan saya ke sini,”ujar pemuda putus sekolah itu.

Meskipum demikian, Budi tetap diproses sesuai hukum yang berlaku. Dia telah dituduh pasal pencabulan anak dibawa umur.

”Tetap dilanjut karena korban masih dibawah umur,” ujar Dalimumthe.

Dengan adanya kejadian itu, Dalimunthe kembali mengingatkan orangtua untuk lebih peduli lagi dengan kegiatan anak baik di lingkungan sekolah ataupun di rumah. Jikapun anak tinggal berjauhan sebaiknya orangtua menitipkan ke perangkat RT/RW ditempat tinggal sang anak agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan seperti itu.

“Kepada pemilik kos juga harus perhatikan anak kosnya. Jangan hanya mau terima sewanya saja. Hal-hal seperti ini harus diperhatikan. Cewek ya khusus cewek tak boleh ada cowok. Begitu juga dengan tamu penghuni kos harus diperhatikan,” imbau Dalimunthe. (eja)

Update