batampos.co.id – Seorang pria bernama Vengki, 30, warga Perumahan Pulomas Residen, Batamkota terpaksa diamankan pihak kepolisian Polsek Batamkota, Minggu (3/9) malam. Pasalnya, selama ini Vengki selalu mengancam warga dengan panah serta senapan angin tanpa sebab.

Kanit Reskrim Polsek Batamkota Iptu Tigor Dabariba mengatakan, saat ini pihaknya telah mengamankan Vengki. Ia tidak hanya mengancam warga dengan panah dan senapan angin. Vengki juga melakukan pemukulan terhadap salah seorang warga dan kasus pemukulan tersebut sudah dilaporkan ke polisi.

Loading...

“Kami masih dalami kasusnya. Saat ini pelaku sudah kita amankan dan dimintai keterangannya lebih lanjut. Kita belum bisa menyimpulkan pelaku ini mengalami gangguan jiwa atau sebab lain,” katanya.

Dijelaskan Tigor, Vengki diamankan bermula dari pihaknya mendapatkan laporan dari warga yang merasa resah dengan tindakan yang sering di lakukan Vengki. Selama ini, Vengki sering keluar malam untuk berkeliling komplek dengan membawa senjata panah. Karena ulahnya yang sering mengganggu warga, selanjutnya warga meminta Vengki untuk dikeluarkan dari komplek perumahan.

“Warga sudah ramai meminta pelaku ini dikeluarkan. Kemudian mendatangi rumahnya Vengki. Saat warga sampai di rumahnya, tiba-tiba dia ini mengamuk dan mengejar warga,” tuturnya.

Untuk menghindari amukan dari Vengki, beberapa warga mencoba merangkul Vengki dan menenangkannya. Namun, Vengki memberontak hingga melakukan pemukulan terhadap salah satu warga, Heri Sembiring. Dalam kejadian itu, Heri terkena pukulan Vengki yang mendarat di mata kiri dan mengenai kepala bagian belakang.

“Warga yang terkena pukulan itu mengalami memar pada mata bagian kiri. Kemudian, salah satu warga menghubungi patroli Polsek Batamkota dan yang bersangkutan langsung kita amankan,” bebernya.

Dari Vengki, polisi mengamankan satu unit busur panah berukuran besar beserta 11 buah anak panah dengan mata runcing maupun bergerigi. Sedangkan senapan angin yang digunakan Vengki untuk menakuti warga, belum ditemukan pihak kepolisian hingga saat ini.

Sementara itu, salah satu sekuriti Perumahan Pulomas Residen, Yuli yang ditemui di Mapolsek Batamkota mengatakan, Vengki sudah menikah dan memiliki dua orang anak dari pernikahannya tersebut. Selain itu, Vengki juga diketahui pernah membuka usaha penjualan tas online dan usahanya tersebut tidak lama karena mengalami bangkrut.

“Sejak saat itu lah dia bertingkah seperti itu. Kita juga tidak tau apa penyebabnya dia seperti itu. Yang jelas dia sudah sangat meresahkan warga dan warga minta dia keluar dari sana,” ujarnya. (gie)

Loading...