batampos.co.id – Setelah ASIAN Games, Indonesia bersiap menjadi tuan rumah perhelatan akbar olahraga untuk disabilitas terbesar se-Asia, yakni Asian Para Games.

Sebelum gelaran berlangsung, sejumlah rangkaian untuk penyambutan akan dilakukan.

Salah satunya yakni torch relay api abadi dari Merapen yang akan dilakukan, Rabu (5/9). Sama halnya dengan torch relay saat Asian Games beberapa waktu lalu, nantinya torch relay Asian Para Games juga akan ada kirab obor.

Tetapi untuk desain obor yang akan digunakan saat torch relay tanggal 9 September mendatang di Ternate berbeda dengan Asian Para Games. Perbedaan ini jelas terlihat baik dari warna maupun lambang yang ada pada obor tersebut.

Ageng Nugroho selaku Divisi Ceremonies INAPGOC, menjelaskan bahwa desain obor yang nantinya akan digunakan memiliki filosofi yang sangat tinggi. Seperti motif parang yang ada pada obor. Motif tersebut menggambarkan mengenai Indonesia.

Ini menjadi sebuah gambaran bahwa pelaksanaan Asian Para Games digelar di Indonesia. Kemudian di bagian tengah dari motif parang tersebut terdapat lambang paralympic.

“Kemudian di bagian tengah ada kunci yang bisa digunakan untuk menyetel besar kecil api obor,” terangnya saat Media Gathering di Hotel Best Western, Solo, Selasa (4/9/2018).

Ageng menambahkan, obor juga mempunyai tiga tingkatan yang didesain seperti cincin. Selain itu, ada juga huruf braille, sehingga bagi penyandang tuna netra bisa membacanya.

“Untuk beratnya 1,9 kilogram, meski bahan yang digunakan adalah konduktor tetapi ini aman saat dibawa,” ungkapnya.

Sebelumnya, lanjut Ageng, obor sudah diuji coba dibawa keliling ke Kemenpora. Api yang dibawa menggunakan obor juga aman meski ada angin dan hujan.

Untuk pengambilan api di Merapen akan dilakukan Rabu (5/9) mulai pukul 10.00 WIB. Api akan dimasukkan ke dalam lentera dan dibawa ke Solo. Prosesi selanjutnya adalah membawa lentera ke kantor National Paralympic Commite (NPC) Indonesia di Jalan Ir Sutami. Dari kantor NPC lentera akan dibawa ke Balai Kota Solo.

“Prosesi ini menggunakan empat rangkaian kereta, dan salah satunya adalah kereta kencana,” katanya. Setelah itu, lentera akan menginap di Solo sehari baru diteruskan ke Ternate dan baru dilakukan penyalaan obor.

(apl/JPC)

Advertisement
loading...