batampos.co.id – PT Adhya Tirta Batam (ATB) yakin akan memenangkan tender pengelolaan air Batam pada tahun 2020 nanti.

“ATB akan bertarung secara elegan, karena ATB ini juga sudah diakui kinerjanya bukan hanya di Indonesia saja tapi juga di internasional,” kata kata Direktur Keuangan PT ATB, Asriel Hay usai memperingati Hari Pelanggan di Kantor ATB, Sukajadi Batam, Selasa (4/9).

Saingannya bukan main-main. Perusahaan-perusahan dunia sekaliber Yokohama Water dari Jepang dan Manila Water dari Filipina akan ikut serta dalam tender ini.

“Kita optimis pada tahun 2020 nanti akan kembali lagi. Karenakami sudah siapkan segala sesuatu secara fit and proper,” ungkapnya.

ATB katanya merupakan perusahaan yang sangat berpengalaman dalam bidangnya. Bahkan kinerjanya diakui dunia internasional. “Kita akan penuhi semua standar dan prosedur yang berlaku untuk melanjutkan model pengelolaan sumber air di Batam ini,” jelasnya.

Di dunia internasional, ATB sudah mewakili Indoenesia dalam seminar-seminar berkaitan tentang pengelolaan air.

“Bahkan sistem Scada yang dimiliki ATB juga hanya digunakan di 16 negara di dunia,” paparnya.

Rivalitas antara ATB dan pesaingnya dari negara asing bukan hanya saat tender pengelolaan air Batam saja. Bahkan sudah dimulai dari tender pengelolaan Dam Tembesi yang akan segera dibuka BP Batam.

Menurut Deputi IV BP Batam Eko Budi Soepriyanto, jumlah perusahaan yang berminat kelola Waduk Tembesi sudah mengalami peningkatan. Dari 22 sekarang menjadi 23 perusahaan. Sebagian besar datang dari perusahaan lokal dan sebagian besar dari mancanegara.

“Bisnis pengelolaan air sekarang menjadi primadona. Makanya sekarang banyak yang mau main air. Tapi kami minta harus berpengalaman tentunya,” ungkapnya.

Dari perusahaan asing ada dua nama besar, yakni Yokohama Water dari Jepang dan Manila Water dari Filipina. Namun tentu saja mereka harus mengikuti peraturan daftar negatif investasi di Indonesia, dimana kepemilikan saham hanya 49 persen dan sisanya dimiliki oleh perusahaan lokal. Dengan kata lain, perusahaan asing harus menggandeng mitra lokal agar bisa ikut tender.

“Tim panitia lelang akan membentuk parameter atau standar. Karena tentu saja Batam harus mendapatkan yang terbaik. Karena ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Pemenang tender nanti akan mulai bekerja setelah konsesi ATB dengan BP Batam berakhir pada tahun 2020.(leo)