Iklan
Buaya seberat 400 kg yang ditangkap warga akhirnya mati. (Istimewa)

batampos.co.id – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mendalami penyebab kematian buaya muara seberat 400 kilogram. Satwa dengan nama ilmiah crocodylus porosus tersebut mati dengan luka di bagian kepala. Buaya muara sepanjang sekitar 4,2 meter berkelamin jantan itu mati setelah ditangkap warga di Desa Temiang, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Minggu (2/9) lalu.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono menduga, buaya dibunuh dengan tidak sengaja. Meski terdapat luka di bagian kepala.

“Mungkin maksudnya tidak dibunuh (dengan sengaja). Niatnya ditangkap. Karena buayanya sangat besar dan membahayakan,” kata Suharyono, Rabu (5/9).

Jika memang warga sengaja membunuh buaya, mereka tidak akan melaporkannya kepada petugas.

“Kalau niat mereka membunuh, mungkin aparat desa dan kewilayahan setempat tidak akan melapor ke kami,” tutur suharyono.

Sekalipun ada unsur ketidaksengajaan, petugas BBKSDA Riau akan mendalami penyebabnya. Sebab buaya muara itu merupakan salah satu satwa yang dilindungi.

“Kami berusaha untuk mendalami lebih jauh,” bebernya.

Buaya muara merupakan satwa dilindungi. Itu dapat dilihat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Ada ancaman pidana bagi setiap orang yang membunuh satwa dilindungi.

Seperti tercantum dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Dalam Pasal 21 ayat (2) huruf a berbunyi, setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.

Buaya ini ditangkap warga karena sudah membuat resah. Sang predator sering muncul ke permukaan sehingga membuat warga setempat menjadi takut untuk beraktivitas.

Dari informasi, buaya sengaja dipancing untuk keluar dari persembunyiannya di sebuah sungai kecil. Lokasinya memang berdekatan dengan kebun warga. Buaya akhirnya berhasil keluar dari persembunyiannya pada Minggu petang.

Setelah menampakkan diri, buaya ditangkap warga ramai-ramai. Setelah mati, buaya diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

(ica/JPC)

Advertisement
loading...