Pelatihan andam.

batampos.co.id – Melestarikan prosesi pernikahan dalam kebudayaan Melayu, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Kabupaten Lingga menggelar pelatihan Mak Inang dan Mak Andam kepada 69 peserta. Mereka berasal dari pengurus LAM tingkat kecamatan, kelurahan dan desa. Pelatihan dilaksanakan di Sekretariat LAM, Daik Lingga selama dua hari.

Mak Inang dan Mak Andam adalah salah satu profesi yang sangat menentukan dalam prosesi pernikahan secara adat Melayu di Kabupaten Lingga. Mak Inang yang juga dapat dibilang sebagai perias pengantin sedangkan Mak Andam adalah seorang yang bertugas memberikan inai dan ritual lainnya kepada kedua mempelai dengan adat Melayu.

“Tanpa Mak Inang dan Mak Andam yang baik dan cekatan, prosesi adat perkawinan sesuai adat Melayu akan berjalan tidak tertib dan tidak sakral,” ujar Ketua LAM dan juga Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga M Ishak kepada Batam Pos, Selasa (4/9) pagi.

Untuk itu, Ishak mengharapkan kepada seluruh peserta pelatihan agar memanfaatkan pelajaran yang didapat dengan baik. Sehingga setiap peserta yang telah mengikuti pelatihan dan sosialisasi ini langsung menyandang dan melakukan tugas Mak Inang dan Mak Andam di kampung masing-masing.

Sementara itu, Koordinator kegiatan Datuk Hj Nurmadiah mengatakan, belum semua tingkat Kelurahan dan Desa di Kabupaten Lingga sudah memiliki kepengurusan LAM. Sehingga dari 69 peserta ada enam orang peserta menggunakan biaya sendiri karena belum termasuk dalam kepengurusan LAM.

“Selain itu, masih ada tingkat desa dan keluarhaan yang telah memiliki kepengurusan LAM namun belum dapat diundang untuk mengikuti pelatihan kali ini. Tapi ke depan akan diprooritaskan untuk menjadi peserta,” ujar Nurmadiah.

Pada kegiatan itu sejumlah tokoh Melayu menjadi narasumber yakni Datuk Lazuardi, Datuk H. Nadar, Datuk Ramlan Hitam dan Datuk Faridah. Panitia juga berkesempatan menghadirkan Mak Inang dan Mak Andam yang selama ini telah berpengalaman dan mengurus pernikahan.

Tidak hanya itu, LAM juga mengundang salah seorang tukang yang dikenal ahli dalam membuat pelaminan pengantin dengan khasanah budaya Melayu. Setelah pembukaan seluruh peserta juga dikembalikan dan diberi pengarahan terkait pembuatan pelaminan pengantin dengan gaya Melayu. (wsa)

Advertisement
loading...