batampos.co.id – Efek menguatnay dolar Amerika langsung berasa di Batam.

Seperti yang dikatakan oleh Manajer Operasinal depo bahan bangunan Mitra 10, Yudha Mouries.

Di depo bahan bangunan tempatnya bekerja, harga sejumlah bahan bangunan impor sudah mengalami kenaikan harga.

“Sebenarnya kalau bicara kenaikan harga bahan bangunan terkait melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar Amerika, sudah sejak tiga bulan lalu naik harga meski tak signifikan. Hanya saja, karena kami lihat harga di pasaran, ya kami bertahap lah untuk menaikkan harga bahan bangunan impor, mengikuti kenaikan nilai dolar terhadap rupiah,” ujar Yudha Mouries.

Yudha tak memungkiri, puncak kenaikan harga bahan bangunan terjadi kemarin, mengikuti kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah yang agak signifikan.

“Karena nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika melemahnya lumayan tinggi, mau tak mau kami juga harus mengikutinya. Kalau ditanya soal margin omzet terkain pelemahan nilai tukar rupiah, jujur dari segi margin pasti berkurang. Sedangan dari segi penjualan, belum ada penurunan, masih stabil,” terang Yudha.

Yudha mengakui, naiknya sejumlah bahan bangunan yang didatangkan dari luar negeri atau impor seperti keramik, granti bathup set, peralatan elektronik, kitchen set, flooring and wall, dan house ware.

Ia mengaku tidak akan mungkin menaikkan harga barang-barang impor signifikan kalau margin perusahaan tidak sampai terkuras.

“Kami akan lihat juga dari segi pangsa pasar, misalnya apakah kenaikan harga itu merata atau tidak di depo bahan bangunan impor lainnya. Kami lihat situasi dan kondisi juga dalam menaikkan harga bahan bangunan, tak sampai naik signifikan atau terlalu tinggi. Kalau dari segi persentase kenaikan harga, tak seberapa banyak naiknya, masih dibatas kewajaran dan diterima oleh konsumen selaku pembeli,” terang Yudha.

Di Mitra 10 sendiri, lanjut Yudha, kebanyakan bahan bangunan impor, didatangkan dari Cina. Ada juga sebagian yang didatangkan dari Eropa.

“Kami berupaya agar harga itu tetap bermain di pasaran, mengikuti pasaran. Kami lihat harga pasar, kompetitor, tanpa mengurangi kualitas dan kuantitasnya,” terangnya. (gas)