ilustrasi

batampos.co.id – Menguatnya Dolar Amerika Serikat (USD) per 15 September dengan nilai Rp 15.002 per 1 USD, belum menunjukkan dampak signifikan terhadap perekonomian di Batam.

Pantauan Batam Pos di sejumlah Money Changer Batam, aktivitas transaksi masih terbilang normal. Salah satunya di Money Changer Banda Baru, Mega Mall, yang tidak mengalami lonjakan pengunjung untuk penukaran uang.

“Masih normal-normal saja. Walaupun USD lagi tinggi, tiak ada pengaruh karena banyak lebih menukar atau membeli Dolar Singapura (SGD),” ujar salah satu karyawan Money Changer Banda Baru, Leni, Rabu (5/9).

Menurutnya, masyarakat Batam tidak seantusias saat SGD melonjak untuk menukarkan uang. “Beda saat SGD ataupun Ringgit Malaysia (RM) naik, mungkin bakal banyak yang mnukarkannya ke Indonesia Rupiah (IDR),” terang Leni.

Di kawasan Nagoya yang cukup banyak tersedianya Money Changer, juga tidak mengalami dampak dari kenaikan USD. Pemilik maupun sejumlah karyawan dari beberapa Money Changer yang sempat dikonfirmasi mengaku, mata uang USD tidak memiliki perputaran yang tinggi di Batam yang dibandingkan dengan SGD.

“Masih aman lah. USD tak gitu ramai orang punya,” ucap salah satu pemilik Money Changer di Nagoya, Ko Aseng.

Dari papan kurs mata uang di sejumlah Money Changer, nilai jual USD berkisar Rp 15.002 hingga Rp 15.008, SGD berkisar Rp 10.912, dan EUR senilai Rp 17.408. (nji)