Bukit Tumang

batampos.co.id – Kelurahan Raya bakal menjadi pusat ekowisata di Kabupaten Lingga. Ini setelah tim Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) IV Dirjen SDA KemenPU dan PR telah melakukan pengecekan kedalaman tanah asli di Bukit Tumang. Hal itu sebagai syarat membangun sejumlah sarana wisata di kawasan tersebut.

Iklan

Menurut Lurah Raya Munzilin Hasibuan, diperkirakan tahun depan sudah mulai pengerjaan. Kawasan Bukit Tumang akan dibentuk sekian rupa dengan membangun sejumlah fasilitas dan bangunan pendukung seperti, gazebo, jogging track, taman untuk masyarakat rehat dan bersantai.

“Bahkan dalam rancangan gambar yang telah dilihat, di atas kolong bekas tambang timah akan didirikan Musalah Apung,” kata Munzilin kepada Batam Pos, Kamis (6/9) pagi.

Bukit Tumang adalah salah satu lahan pasca tambang timah di daerah Kelurahan Raya, Kecamatan Singkep Barat. Kondisi lahan bukit tumang saat ini, memiliki sejumlah kelebihan karena memiliki danau buatan atau kolong bekas aktivitas penambangan timah.

Selain itu, banyak juga tebing dari bebatuan besar, menambah keindahan daerah itu.

Lebih lanjut Munzilin menjelaskan, sudah tiga kali tim BWSS IV turun ke lokasi Bukit Tumang untuk melakukan penelitian dan pengecekan kondisi wilayah hingga memastikan lahan yang akan dibangun itu bebas dari sengketa atau kepemilikan warga.

“Terakhir kali turun, tim membawa alat khusus untuk mengecek kedalaman tanah asli di lokasi itu,” katanya.

Munzilin juga memperkirakan pekerjaan pembangunan wilayah pasca tambang itu akan dimulai pada tahun depan. Bukan sekadar pembangunan biasa, wilayah itu diperkirakan akan dibangun menjadi kawasan wisata yang baik dan bagus dengan rancangan anggaran berkisar Rp 9 miliar.

Munzilin berharap pembangunan eko wisata di Bukit Tumang berjalan sesuai dengan rencana yang diperkirakan. Sehingga kawasan wisata Bukit Tumang akan menjadi ikon Kabupaten Lingga.

“Jika berjalan dengan lancar, maka Bukit Tumang menjadi andalan wisata di Pulau Singkep,” kata Munzilin. (wsa)