empat orang turis asal Singapura asyik bercanda dengan latar belakang welcome to Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pelemahan Rupiah terhadap Dolar Amerika memiliki pengaruh cukup signifikan terhadap dunia pariwisata di sektor tur dan travel. Batam dikenal sebagai surga belanja termasuk juga barang impor karena harganya yang miring. Kenaikan Dolar akan menyebabkan penurunan daya beli wisawatawan yang cukup signifikan.

“Tipikal pariwisata di Batam ini, wisatawan domestik datang belanja barang elektronik dan koleksi. Keduanya adalah barang impor, kalau seumpamanya Dolar naik, maka mereka tak akan belanja,” kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Pariwisata Edi Surbakti, Kamis (6/9).

Wisata belanja pada umumnya sering menjadi salah satu paket wisata andalan jasa tur dan travel. Bahkan dalam bisnis Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang ditawakan pada korporasi dan pemerintah daerah diluar Batam, wisata belanja merupakan iming-iming yang digunakan untuk menarik minat.

Di sisi lain, harga tiket kapal feri menuju Singapura dan Malaysia juga akan naik. Penguatan Dolar Amerika akan ikut berpengaruh terhadap penguatan Dolar Singapura.”Karena hitungannya tax nya disana masih dalam Dolar, maka harga tiket akan naik,” ungkapnya.

Wisata menuju Singapura dan Malaysia juga sering menjadi bagian dari paket wisata yang ditawarkan jasa tur dan travel kepada calon wisatawan agar berwisata di Batam.”Selama ini, paket itu yang dijual sebagai pemanis tur. Meskipun begitu, wisman tetap akan datang. Tapi spending money-nya akan berkurang,” ujarnya.(leo)