
batampos.co.id – Sebanyak 107 pelaku usaha Batik yang ada di Kepulauan Riau (Kepri) mendapatkan sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Batik Indonesia.
Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standardisasi Bekraf RI, Sabartua Tampubolon mengatakan Batam menjadi salah satu basis ekonomi kreatif dan menjadi salah satu fokus dari pemerintah pusat.
“Sertifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pebatik yang ada di Kepri dan diakui di dunia internasional,” kata dia usai membuka acara sertifikasi batik di BWP Panbil, Kamis (6/9)
Saat ini hampir seluruh kota di Indonesia memiliki batik khas daerah. Untuk itu Bekraf bersama LSP Batik ingin membantu pelaku usaha atau mereka yang berprofesi sebagai pebatik untuk memiliki sertifikasi sehingga bisa menambah nilai jual dan diakui oleh dunia internasional.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Batam, Zarefriadi mengatakan pemberian sertifikasi ini dinilai sangat penting dalam pemasaran produk batik Batam di pasar lokal maupun internasional. Dan memenuhi syarat persaingan di pasar global karena sertifikasi merupakan salah satu yang dipersyaratkan.
“Batik sudah mulai berkembang. Dan sertifikasi ini tentu akan menambah nilai bagi produk yang dihasilkan,” sebutnya.
Ia berharap seluruh peserta bisa lulus dan mendapatkan sertifikasi yang menyatakan pebatik memang memiliki kompetensi di bidang batik. “Saya ingin semua lulus dan bersertifikasi. Namun saya meminta kepada tim untuk serius menilai peserta, agar yang mendapatkan sertifikat benar-benar kompeten,” bebernya.
Direktur LSP Batik Indonesia, Subagyo menuturkan saat ini sudah ada 800 peserta yang sudah bersertifikat batik. Dari total keseluruhan 1.629 peserta 75 persen diantaranya lulus dan dinyatakan berkompeten di bidang batik.
Ada tiga jenis batik yang akan diberikan sertifikasi yaitu batik tulis atau canting, cap dan pola. Masing-masing pebatik ini akan dinilai ketepatan atau keterampilan dalam membatik, pengetahuan hingga sikap dalam membatik.
“Sertifikasi ini sangat penting dalam pengembangan ekonomi pebatik yang ada di Kepri,” sebutnya.
Penilaian akan dilakukan di ruang terbuka, Jumat (9/7) pagi. Ia berharap semua pebatik bisa mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Selain itu sertifikasi ini juga diikuti pebatik disabiltas Kepri.
“Ini menunjukkan kekurangan bukan halangan dalam berkarya,” tutupnya.(yui)
