batampos.co.id – Tiap hujan datang, air selalu menggenangi jalan di Simpang Kabil. Setelah diselediki penyebabnya adalah gorong-gorong besi atau aramco di persimpangan tersebut mengalami korosi.
Untuk mempertahankan gorong-gorong itu, beberapa besi penopang sudah didirikan. Penopang ini juga berfungsi untuk mempertahankan eksistensi jalan yang membelah Simpang Jam tersebut.
Staf Teknik PT Sinar Terang selaku kontraktor pembangunan gorong-gorong Simpang Kabil, Irwan Nur Ali mengatakan perbaikan gorong-gorong ini tidak dapat ditunda-tunda lagi.
“Harus segera dilakukan. Dan kami diberikan waktu oleh pemerintah selama 4 bulan, untuk menyelesaikan pembangunan gorong-gorong ini,” katanya, Sabtu (8/9).
Pembangunan aramco dengan waktu cukup singkat ini, kata Irwan menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Selain itu, tantangan yang dihadapi adalah membangun di persimpangan yang setiap harinya selalu padat dilalui kendaraan bermotor.
“Tantangan lainnya yakni cuaca. Oleh sebab itu, berbagai rencana sudah kami siapkan. Dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Awalnya kami kira bisa bekerja sendirian, tapi tidak bisa. Butuh bantuan dari kepolisian, untuk mengatur lalu lintas,” tuturnya.
Ia mengatakan rencana awalnya adalah dengan memblokir seluruh ruas jalan di persimpangan tersebut. Dan hal ini sangat ditentang pihak kepolisian. Karena akan membuat kemacetan di seluruh ruas jalan. Oleh sebab itu, pengerjaan ini dilakukan secara bertahap.
“Kami memulainya terlebih dahulu dengan penggalian di median jalan,” ujar Irwan.
Setelah pengerjaan di median jalan selesai, penggalian akan dilakukan di setiap ruas jalan. Nantinya setiap ruas jalan akan ditanamkan box culvert.
“Pergantian ini sifatnya mendesak, dari pengkajian kami lakukan. Beberapa ruas jalan di Simpang Jam sudah turun sebanyak 13 cm. Apabila ditunda-tunda jadi lebih berbahaya,” ungkap Irwan.
Agar pembangunan gorong-gorong ini berjalan lancar. Irwan mengatakan pihaknya membutuhkan bantuan kepolisian melakukan rekayasa lalu-lintas.
“Nanti setiap pengerjaan di beberapa ruas, kami akan meminta pihak kepolisian mengatur lalu lintasnya,” ucapnya.
Namun, kata Irwan akan ada sewaktu-waktu dilakukan penutupan total di ruas-ruas jalan Simpang Jam. Penutupan total ini memakan waktu dari dua hingga lima jam.
“Kami akan memberitahu masyarakat, dua atau tiga hari sebelum pengerjaan. Agar masyarakat tidak melalui persimpangan ini untuk sementara waktu,” ungkapnya.
Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sumater IV, debit air saat banjir periode 5 tahun, debit airnya sekitar 32,21 meter kubik perdetiknya. Dengan saluran yang ada saat ini, tidak dapat menampung debit air saat banjir.
Dari data dimiliki Irwan, saluran air yang akan dibangun ini dapat menampung 40,6 kubik air perdetiknya. Sehingga diyakini dengan pembangunan gorong-gorong sistem Box Culvert ini, dapat mengatasi banjir yang selama ini terjadi di Simpang Kabil.
Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol I Putu Bayu Pati mengatakan jajaranya siap membantu kelancaran lalu lintas selama pengerjaan. Namun, ia meminta kontraktor pengerjaan gorong-gorong mendirikan spanduk pemberitahuan serta memberikan arahan jalur alternatif.
“Nanti, kami juga akan membantu menyampaikan dua atau tiga hari sebelum penutupan jalan, jalur alternatif yang dapat dilalui masyarakat,” ujarnya.
Ia mencontohkan apabila ada pengerjaan di jalur Mukakuning ke Batamcenter, maka pengendara disarankan melewati jalur lambat di depan Kepri Mall. Setelah itu masuk kembali jalan besar, dan memutar di putaran U yang telah disediakan.
“Karena perbaikannya per jalur, jadi yang terganggu tidak semuanya. Walau begitu, kami memahami ini dapat menghambat arus lalu lintas,” tuturnya.
Oleh sebab itu, Putu akan memaksimalkan jajaranya di lapangan agar penumpukan kendaraan tidak terjadi. Sehingga arus lalu lintas dapat lancar seperti biasa. “Kami sudah mewanti-wanti, agar kontraktor menghentikan pengerjaan di jam-jam sibuk seperti pagi atau sore hari,” tuturnya.
Jalur yang cukup diwaspadai, kata Putu dari arah Bandara ke Simpang Jam atau sebaliknya, dari pantuan kepolisian arus ini kendaraan yang melewati melebihi jalur lainnya. “Untuk saat ini, agar dapat menghindari lewat simpang jam,’ ungkapnya
Sementara itu, Wakasat Lantas Kartijo menyarankan pengerjaan ini dimaksimalkan di malam hari. “Kalau bisa, agar arusnya lalu lintas tidak terlalu terganggu,” ungkapnya. (ska)
