Turis di Batam

batampos.co.id – Sepanjang Januari hingga Juli 2018 tercatat ada 1.425.601 kunjungan turis asing ke Kepulauan Riau (Kepri). Angka tersebut membuat Dinas Pariwisata Kepri optimistis mampu memenuhi target kungungan wisman sebanyak 2,2 juta hingga akhir tahun 2018.

Iklan

Tomica Kristic, 32, langsung menuju restoran lokal begitu tiba di Batam pertengahan Agustus lalu. Wisatawan asal Kroasia ini menyantap makanan khas Indonesia, tempe dan tahu bersama nasi. Ia langsung menikmati makanan lokal tersebut meski baru pertama kali ke Indonesia. Melengkapi makan malamnya, Tom -panggilan Tomica Kristic- memesan es cincau.

Pengalaman pertama kali di Batam itu membuat Tom terkesan. Ia pun memutuskan tinggal beberapa hari di Batam sebelum melanjutkan perjalanannya ke Jambi, Jakarta, dan berujung di Bali.

Selama berada di Batam, Tom yang sudah tiga tahun berkelana, selalu mendatangi restoran-restoran yang menyajikan makanan lokal. Tidak hanya terkesan pada makanan, Tom terkesan dengan orang-orang Indonesia yang ia temui.

“Orang Indonesia benar-benar baik. Saya akan berada di sini (Indonesia) selama 30 hari,” kata Tom yang akan melanjutkan perjalanannya ke Selandia Baru setelah mengunjungi Bali.

Tom salah satu wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia melalui Batam. Di Kepulauan Riau (Kepri) ada empat pintu masuk utama para turis asing. Yaitu Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan Tanjungbalai Karimun. Melalui empat pintu masuk itu, jumlah wisatawan mancanegara atau wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau pada Juli 2018 sebanyak 213.437 kunjungan. Diperkirakan pada Agustus, jumlah kunjungan wisman mencapai 200 ribu.

Menurut data dari Dinas Pariwisata Kepri, jumlah ini menurun 6,55 persen dibanding jumlah wisman pada bulan sebelumnya. Pada Juni 2018 jumlah wisman sebanyak 228.387 kunjungan. Namun jika dibandingkan dengan Juli 2017, kunjungan wisman Juli 2018 juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 24,79 persen.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, mengatakan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara para periode Januari-Juli begitu menggembirakan. Sebab kenaikannya lebih dari 20 persen dari periode yang sama tahun lalu. Melihat kunjungan wisman yang meningkat, ia optimistis target kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri tahun ini bisa tercapai.

Secara akumulatif, Januari-Juli 2018 jumlah kunjungan wisman ke Provinsi Kepulauan Riau mencapai 1.425.601 kunjungan. Angka itu naik 20,64 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 1.181.744 kunjungan.

Jumlah kunjungan wisman tentu saja paling banyak melalui pintu Batam. Selama Januari-Juli 2018 jumlahnya sebanyak 1.044.232 kunjungan. Disusul Tanjungpinang sebanyak 254.709 kunjungan, dan Bintan 77.897 kunjungan. Terakhir melalui pintu Karimun sebanyak 48.763 kunjungan.

Wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepri pada bulan Januari-Juli 2018 didominasi oleh wisman berkebangsaan Singapura dengan persentase sebesar 47,17 persen, disusul Malaysia 11,86 persen, Tiongkok 10,82 persen, India 3,84 persen, Korea Selatan 3,39 persen, Filipina 2,22 persen, dan lainnya 20,70 persen.

Turis bersepeda melintas di Jalan Ahmat Yani, Simpang Panbil, Mukakuning, Seibeduk. F Dalil Harahap/Batam Pos

Jumlah kunjungan wisman tersebut masih jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kepri maupun target dari Kementerian Pariwisata. Buralimar mengungkapkan, target RPJMD wisatawan mancanegara ke Kepri pada tahun ini sebanyak 2,2 juta. Sementara target yang diberikan Kemenpar sebanyak 3,5 juta. Berdasarkan hitung-hitungan, jika rata-rata kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 200 ribu per bulan, maka target 2,2 juta bisa terlewati.

“Sampai Juli saja wisman sudah 1,4 juta. Kita masih punya waktu 5 bulan. Kalau rata-rata 200 ribu setiap bulan itu, artinya ada penambahan 1 juta wisman. Target (2,2 juta) bisa tercapai. Syukur-syukur melebihi,” ujar Buralimar, Jumat (7/9).

Meski begitu, Buralimar mengaku belum puas dengan pencapaian kunjungan wisatawan mancanegara saat ini. Kepri harus tetap digenjot dengan membuat destinasi baru supaya target tercapai. Kemudian membuat hotel yang semakin nyaman dan hiburan yang lebih bagus sehingga wisatawan tinggal lebih lama.

“Karena atrakasi yang spektakuler belum ada,” katanya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, target terbesar dibebankan kepada Batam. Tahun lalu, jumlah kunjungan wisman mencapai hingga 1,5 juta orang. Sementara tahun 2016, sebanyak 1.432.472 kunjungan wisman. Sementara tahun ini, jumlah kunjungan wisman di Batam sudah mendekati satu juta. Jumlah tersebut setidaknya 70 persen dari jumlah kunjungan wisman di Kepri.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Pebrialin, mengungkapkan kunjungan wisman di Batam pada semester I tahun ini naik 17,70 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 lalu. Hingga Juni saja, lanjutnya, jumlah kunjungan wisman mencapai 900 ribu.

“Kita optimistis kunjungan wisman ke Batam akan semakin meningkat,” ujar Perbrialin, Jumat (7/9).

Kemudian pada Januari-Juli 2018 jumlah kunjungan wisman ke Batam sebanyak 1 juta atau terjadi kenaikkan 19,82 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Jika ditambahkan dengan jumlah kunjungan wisman pada Agustus yang belum dirilis secara resmi, angkanya kurang lebih 1,2 juta.

Adapun target kunjungan wisman ke Batam berdasarkan RPJMD tahun ini sebanyak 1,8 kunjungan.

Andika

Terpisah, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Kepri Andika Lim menyebutkan, tingkat kunjungan pariwisata ke Kepri periode Januari-Juli mengalami kenaikan sebesar 20,64 persen dibanding tahun 2017 lalu. Kunjungan 2017 sebanyak 1.181.744, sedangkan kunjungan 2018 1.425.601.

“Itu persentase kunjungan keseluruhan Kepri selama tujuh bulan. Kalau bicara Batam, terjadi kenaikan juga sebesar 18,92 persen,” ujar Andika Lim ketika ditemui di kantornya di Komplek Nagoya Paradise Centre, Rabu (5/9) lalu.

Managing Director V.I.P Tour, travel agent yang mendapatkan penghargaan sebagai The Best Travel Agent dari Pemko Batam pada 2012 lalu ini menyebutkan, peningkatan ini telah terjadi sejak Januari lalu, ditandai dengan dengan perubahan market wisata yang kini diramaikan turis Tiongkok.

“Paling signifikan itu, turis Singapura terhadap total tingkat kunjungan ke Kepri, secara keseluruhan berperan terhadap kenaikan turis sebesar 35.57 persen, atau sekitar 672.445 orang. Disusul kenaikan terbanyak kedua dari Tiongkok sebanyak 154.201 turis atau sekitar 32,84 persen,” ungkap Andika.

Dilihat dari peningkatan jumlah kunjungan ini, kenaikan turis Singapura sendiri hanya 14,81 persen atau sebanyak 41.729 turis. Jumlah ini dilihat dari selisih periode Januari-Juli 2017 sebanyak 585.716 dan periode yang sama tahun ini sebanyak 672.445.

Lonjakan paling signifikan terjadi dari peningkatan jumlah turis Tiongkok. Yakni sebesar 108,10 persen atau sebanyak 80.481 turis. Jumlah ini juga dilihat dari selisih peningkatan jumlah kunjungan periode yang sama pada 2017 lalu hanya 74.099 orang, dan tahun ini meningkat menjadi 154.201 orang.

“Kunjungan turis Tiongkok ini meningkat pesat. Menggeser dominasi turis Korea Selatan yang tahun ini hanya menyumbang 3,39 persen terhadap jumlah kunjungan wisman keseluruhan di Kepri,” ujar Andika.

Pada tahun 2018 berjalan ini, lima besar wisman yang masuk ke Kepri didominasi dari negara Singapura, Malaysia, Tiongkok, India, dan Korea Selatan. Andika menyebutkan, tren kunjungan turis Tiongkok ke Kepri, khususnya ke Batam, Tanjungpinang, dan Bintan, lebih banyak mencari paket wisata bahari. Salah satunya Pulau Ranoh di Batam.

“Wisata Pulau Ranoh di Batam, booming di kalangan mereka sekarang,” katanya.

Menurut Andika, bisa menikmati pantai berpasir putih berpadu rimbunnya pohon kelapa, jauh dari keramaian, dan sekaligus snorkeling, berenang, menikmati waterpark, olahraga jetski, hingga wisata mangrove dalam satu kawasan akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi wisatawan Tiongkok.

Selain di Pulau Ranoh, kawasan wisata Bintan Agro di Tanjungpinang juga menjadi destinasi wisata bahari pilihan wisman Tiongkok. Di Kepri mereka sangat antusias dengan keindahan bahari. Sebab Tiongkok, khususnya wilayah daratan tidak ada tempat wisata laut. Kalaupun ada, hanya ada di Hainan. Menurut Andika, mereka memilih Kepri karena biaya paketnya yang jauh lebih murah dibanding Bali.

Selain wisata bahari, tak sedikit juga turis memilih wisata kuliner, belanja, dan wisata high class seperti golf dan spa. Umumnya, kegiatan ini sebagian besar oleh turis Singapura yang datang ke Kepri, khususnya ke Batam. “Kalau Singapura, karakter kunjungannya lebih menikmati fasilitas leisure dan kuliner. Harga di Batam jauh lebih murah. Jaraknya dekat lagi. Tinggal naik kapal,” ujar Andika.

Peningkatan jumlah kunjungan turis yang masuk tersebut, kata Andika, memengaruhi tingkat hunian hotel dan kunjungan ke pusat perbelanjaan dan pusat kuliner. Sehingga perekonomian sektor wisata semakin menggeliat.

Tawarkan Atraksi Wisata

Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Batam akan bersinergi dan berkolaborasi dengan sejumlah pihak untuk menghadirkan atraksi dan destinasi wisata baru. Contoknya Desa Wisata Kampung Terih di Nongsa. Objek wisata kekinian atau lebih dikenal dengan destinasi digital ini dikelola oleh masyarakat dan komunitas seperti Genpi Kepri dan Pari.

foto: viral via whatsapp

“Tidak terlalu banyak cost yang dikeluarkan tetapi sudah menjadi sebuah destinasi. Dan Alhamdulillah Kampung Terih masuk nominasi penerima Anugerah Pesona Indonesia 2018,” kata Kepala Dispar Batam, Pebrialin.

Selain itu, Dispar Batam juga mendorong lagi organisasi kepariwisataan untuk melakukan pembenahan. Termasuk pengelola-pengelola destinasi untuk membenahi destinasi yang sudah ada. Terutama fasilitas umum seperti toilet dan kebersihan lokasinya, sehingga pengunjung nyaman. Juga pelayanan dalam hal manajemen pengelolaan destinasi pariwisata.

Tidak hanya program dari Kementerian Pariwisata, sejumlah kegiatan event wisata disebut banyak mendatangkan wisatawan mancanegara. Antara lain Singapore National Road Race Championship 2018 yang digelar di Batam, Minggu (8/7). Event ini berhasil mendatangkan 274 pembalap mancanegara. Mereka juga membawa keluarga. Kemudian dalam waktu dekat sebuah event organizer di Jakarta akan menggelar lomba di Batam selama 4 hari.

“Artinya kita berkolaborasi dengan semua pihak. Jadi tidak hanya pemerintah kota saja, pemerintah provinsi dan pusat, tetapi juga melibatkan semua stake holder pariwisata di Indonesia,” katanya.

Berikutnya event Kenduri Seni Melayu yang sudah masuk 100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata. Event ini melibatkan negara-negara ASEAN sebagai peserta, para seniman dan budayawan di Provinsi Kepri serta daerah lainnya. Riau, Sumatera Barat, Jakarta, Yogyakarta.

Sementara itu, ada enam agenda pariwisata di Kepri masuk dalam daftar 100 Wonderful Events Indonesia 2018. Keenam agenda yang didukung Kementerian Pariwisata itu adalah Batam International Culture Carnival, Bintan Triathlon, Festival Pulau Penyengat, Festival Bahari Kepri, Tour de Bintan, dan Kenduri Seni Melayu.

AHMADI SULTAN-CHAHAYA SIMANJUNTAK, Batam