batampos.co.id – Malay Creating Festival (MCF) yang diselenggarakan Al-Ahmadi Entrepreneurship Center (AEC) menciptakan para pelaku usaha yang kreatif. Terbukti, dari 3 negara peserta. Indonesia, Malaysia, dan Singapura menghadirkan 200-an menu makanan Melayu.

Iklan

“Mereka (peserta) sangat sungguh-sungguh mengikuti acara ini. Banyak sekali menu makanan yang kreatif, seperi kek lapis dari Johor,” ujar Direktur Eksekutif AEC Lisya Anggraini, usai acara penutupan di Lotte Mart, Minggu (9/9).

Acara ini ditutup langsung Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Zainul. Kemudian diakhiri dengan pembagian hadiah kepada para pemenang kompetisi.

Jalasenastri Cabang 5 Korcab IV Daerah Jalasenastri Armada (DJA) I dibawah pimpinan Ketua Lisa Iwan Setiawan berhasil meraih juara I.

Tim alasenastri Cabang 5 sebagai perwakilan Korcab IV DJA I bersaing dengan 52 peserta lain.

Jalasenastri Lanal Batam dalam lomba kali ini menampilkan menu dengan ciri khas Melayu ala Jala Pantry yaitu “Gonggong Endop” (Gonggong Endop Bakar, Gonggong Endop Kukus, Gonggong Endop Goreng) dan Minuman Es Cendol Kejut-Kejut.

Di hari kedua pelaksanaan lomba kuliner tersebut, beberapa kategori final antara lain kategori makanan utama, kategori kudapan, kategori oleh-oleh dan ketegori minuman.

Pada final tersebut Jalasenastri Cabang 5 Lanal Batam meraih juara 1 pada kategori minuman dengan Katagori Minuman “ Es Cendol Kejut – Kejut “, sedangkan juara 2 diraih oleh Dapur Melayu dengan minuman kreasinya Kopi Sekanak.

Atas kemenangan tersebut Ketua Jalasenastri Cabang 5 Korcab DJA I Lisa Iwan Setiawan menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus atas jerih payah yang telah dilakukan demi mengangkat nama baik Jalasenastri Cabang 5 Lanal Batam pada khususnya dan Korcab IV DJA I pada umumnya, serta berharap semoga kedepannya lebih banyak lagi keberhasilan yang diraih oleh Jalasenastri Cabang 5 Korcab IV DJA I.

“Terimakasih pula kepada ibu Irmelda Eko Suyatno selaku Ketua Korcab IV DJA l, atas kepercayaan dan bimbingannya sehingga tercapai keberhasilan ini,” ucap Lisa

Kompetisi yang diadakan diantaranya Malay Food Innovation Festival, Malay Colage Biskuit Competition, Entrepreneur Award to School Competion, Malay Dance Innovation Competition, dan Malay Colour Run.

“Acara ini harus dikembangkan dan digelar setiap tahun. Tujuannya untuk membangkitkan ekonomi wisata dan mengikat hubungan kebudayaan antar negara,” kata Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Zainul.

Sementara itu, pemenang Malay Food Innovation Festival dari Pertubuhan Wanita Dalam Perniagaan Dan Pemikiran Kreatif Malaysia (Pewangi) mengaku senang mengikuti kegiatan ini. Menurut dia, acara ini bisa membantu perkenalan produknya di negara tetanngga Indonesia, dan Singapura.

“Kami tak sia-sia datang ke Indonesia. Karena kami ingin mengenalkan produk yang selama ini hanya dikenal di Malaysia,” kata Ahli Pewangi, Natirah Daud.

Dia menjelaskan dalam kpmeptisi ini mengadirkan kek lapis serawak. Makanan ini memiliki keretivitas yang tinggi, sebab pada kek tersebut memiliki motif yang indah dan terdiri dari berbagai warna.

“Untuk membuat motif ini saja kami membutuhkan waktu tiga hari. Beda dengan kek lapis lainnya yang bisa langsung jadi. Bahkan di dalam freezer bisa tahan sampai setahun,” kata Natirah. (opi)

 

 

Kegiatan Malay Creating Festival (Dunia Kreatifitas Melayu) dihadiri oleh Ibu Gubernur Kepri Ny. Noorlizah Nurdin Basirun, Ibu Ketua Cabang 5 Korcab IV DJA I Ny. Lisa Iwan Setiawan beserta Wakil Ketua dan Pengurus, Direktur Eksekutif Al Ahmadi Entrepreneurship Centre, Ibu Lisya Anggraini, pimpinan Lotte Grosir Bpk Gugun, KJRI Johor Bpk Zainul, serta peserta lomba kuliner Malay Creating Festival. (*)