Ini kabar baik. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) diprediksi naik pada tahun ini.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kepri yang diterbitkan di Harian Pagi Batam Pos edisi Senin (10/9), sepanjang Januari hingga Juli 2018, tercatat 1,4 juta wisman bertandang ke Kepri. Rinciannya, Batam sekitar 1 jutaan, Bintan mencapai 254 ribuan, Tanjungpinang lebih dari 77 ribu, dan Karimun di angka 48 ribuan.

Jika tren kunjungan ini terus dipertahankan, tidak menutup kemungkinan kunjungan wisman tahun ini menjadi yang terbanyak dalam enam tahun terakhir. Dahsyat.

Dinas Pariwisata Kepri mendata, kunjungan wisman pada tahun 2013 mencapai 1,8 juta orang, 2014 sebanyak 1,9 juta, 2015 tercatat 2 jutaan, 2016 turun menjadi 1,9 juta, dan 2017 lebih dari 2 juta. Ini perhitungan selama setahun penuh. Januari hingga Desember.

Program Badan Pengusahaan (BP) Batam yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu kuncinya. Concern mengembangkan wisata di tengah fluktuasi kondisi ekonomi memang ide yang tepat.

Berbagai event digelar untuk menarik wisman. Tak hanya wisman, tapi juga wisatawan domestik yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Promosi besar-besaran dilakukan tanpa henti. Pelan tapi pasti, perekonomian mulai bangkit. Khususnya Batam yang menjadi jantung perekonomian Kepri. Kalau Batam sakit, Kepri juga sakit. Batam sehat, provinsi ini ikut sehat.

Namun, meskipun BP Batam dan pemerintah sudah berupaya keras menarik wisatawan, tetap saja harus mendapat dukungan dari semua elemen. Semua stake holders harus bersinergi. Sama-sama punya visi menjaga Batam.

Tidak boleh ada kabar negatif mengenai Batam. Harus kondusif. Sekali saja Batam diguncang isu tidak sedap, dampaknya besar. Semua terpaksa menanggung akibatnya. Ya pemerintahnya, pengusahanya, juga masyarakatnya.

Membeludaknya wisman ke Kepri, khususnya Batam, memberikan efek domino. Perekonomian makin membaik, masyarakat kian sejahtera, kotanya terus berkembang.

Ingat, Batam adalah representasi Indonesia. Lokasinya berada di perbatasan negara-negara ASEAN. Apapun yang terjadi di Batam, jadi berita hangat di negara lain. Makanya, Batam harus dijaga.

Saya masih ingat ketika ribut-ribut soal perkara politik beberapa waktu lalu. Kabarnya menyebar ke mana-mana. Teman-teman serta klien dari berbagai pelosok Indonesia dan beberapa kawan dari negeri tetangga menghubungi saya.

“Batam kenapa,” tanya mereka. Pertanyaan seperti ini bikin tidak nyaman. Kalau ditanya kenapa, pasti ada apa-apa. Kalau terjadi apa-apa, juga tidak ada yang suka. Sementara kita ingin mengundang wisatawan untuk datang, tapi situasinya kurang bagus.

Saya berharap, kejadian serupa tidak terjadi lagi. Tak ada lagi demo-demo di Batam. Tak ada lagi kabar buruk yang berpotensi menimbulkan stigma negatif terhadap Batam. Makanya, perlu kesadaran bersama agar Batam menjadi surga bagi wisatawan.

Yang patut jadi perhatian adalah pesan berantai. Ketika wisatawan itu nyaman berwisata ke Kepri, mereka akan mengabarkan ke teman hingga keluarganya. Atau menyampaikan di media sosial (medsos) masing-masing. Sekali jepret langsung menyebar. Begitu tulis status, jutaan orang membaca. Baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Kita semua tentu senang ketika yang tersebar berita baik. Tentu akan meningkatkan kembali kunjungan wisatawan. Lha kalau yang tersebar kabar miring, bisa-bisa tidak ada yang mau datang ke Batam.

Risikonya lebih tinggi. Dampaknya lebih dahsyat daripada bom atom. Investasi terancam, roda ekonomi tidak berputar, hotel dan restoran tutup, perusahaan banyak pailit yang menyebabkan pengangguran, dan masih banyak lagi. Sulit sekali untuk dibayangkan.

Inilah pekerjaan rumah (PR) kita bersama. Boleh percaya atau tidak, tolok ukur dari majunya suatu daerah adalah tingkat kunjungan wisatawan. Kalau wisatawan nyaman, investor tidak akan ragu menghamburkan duitnya untuk berinvestasi.

Nah, terlepas dari itu, perlu juga dibenahi infrastruktur kita. Mulai dari moda transportasi yang dipercantik, hingga sarana dan prasarana penunjang lainnya. Sehingga mampu membuat wisatawan penasaran untuk datang.

Mari, kita jaga Batam dan Kepri agar tetap kondusif. Sehingga, bisa menjadi surga wisata dunia. (*)

 

Guntur Marchista Sunan
Direktur Batam Pos

Advertisement
loading...