Iklan
Warga bermain dan olahraga di Taman Gajah Mada, Tiban, Sekupang, Minggu (5/8). Taman ini selalu ramai dikunjungi oleh warga. Warga berharap pemerintah memperbanyak taman terbuka hijau di Batam. Karena taman terbuka hijau mash terbatas.
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Camat Batuaji Ridwan menanggapi keluhan warga terkait minimnya ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah kecamatan Batuaji.

Kepada Batam Pos Ridwan menuturkan, sebenarnya cukup banyak lahan buffer zone yang bisa dimanfaatkan untuk taman atau RTH. Namun itu belum bisa dimanfaatkan sebab masih terkendala dengan rencana penataan ataupun pelebaran jalan yang belum direalisasikan.

“Banyak buffer zone di sini. Tapi itu tadi belum bisa dimanfaatkan karena ada rencana penataan dan pelebaran jalan. Kalau kita bangun sekarang nanti saat penataan jalan bisa saja dibongkar lagi,” ujar Ridwan saat membuka pertanding bola voli Permata Hijau Cup I di Batuaji, Minggu (9/9/2018).

Lahan penghijau di sepanjang jalan Diponegoro dari simpang Basecamp hingga simpang Tobing misalkan cukup lebar dan bisa dimanfaatkan untuk taman atau RTH. Namun itu belum bisa direalisasikan sebab proyek pembukaan jalan dua jalur menuju Sekupang belum rampung. Pihak kecamatan tak mau ambil risiko jika diusulkan untuk pembangunan taman atau RTH bisa saja nanti berbenturan dengan proyek pembangunan jalan tersebut.

“Rata-rata seperti itu semu buffer zone di sini. Jadi belum bisa kami tindak lanjuti. Masyarakat memang membutuhkan taman atau RTH tapi pembangunan harus tetap melalui proses dan perhitungan yang matang,” tutur Ridwan.

Disinggung terkait banyak laham buffer zone yang marak disalahgunakam untuk kepentingan usaha sekelompok orang, Ridwan mengaku tak masalah sebab jika sudah waktunya untuk ditertibkan tetap akan ditertibkan.

“Kalau teknisnya mungkin ke BP Batam karena mereka yang lebih tahu masalah alokasi lahan. Tapi jika nanti dibutuhkan untuk kepentingan umum seperti untuk pembangunan jalan tetap akan diambil alih,”katanya.

Meskipun demikian upaya melarang masyarakat untuk memanfaatkan lahan buffer zone untuk kepentingan pribadi tetap dilakukan.

“Kami tetap awasi. Beberapa tempat seperti di sepanjang jalan menuju Simpang Tobing itu sudah diperingati. Nanti ada waktunya untuk ditertibkan,” ujarnya.

Sebelumnya warga Batuaji berulang kali mengeluhkan minimanya taman atau RTH di wilayah Batuaji. Padahal di sana banyak lahan penghijauan yang bisa dimanfaatkan untuk taman atau RTH. Lahan penghijauan belakangan marak dijadikan tempat usaha sekelompok orang seperti kios liar, kafe remang-remang hingga gudang material toko bangunan. (eja)

Advertisement
loading...