Iklan
Wisatawan luar negeri dan nasional berfoto berlatar belakang Jembatan I Barelang, Rabu (4/7). Jembatan I Barelang ini adalah tempat wisata faforit. Bila belum ke Jemabatan ini belum sah ke Batam. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwasata (Disbudpar) Kota Batam Pebrialin mengatakan, membangun pariwisata ditengah keterbatasan anggaran perlu ada kolaborasi dan sinergi bergabagai elemen.

Dari masyarakat maupun stakeholder (pemangku kepentingan) kepariwisataan, seperti asosiasi pariwisata, lembaga pendidikan kepariwisataan juga pemerintah, baik daerah maupun pusat.

“Tentunya kolaborasi dan sinergi. Kami dorong semua pihak berpartisipasi menggelar kegiatan nasional maupun internasional di Batam,” kata dia, Selasa (11/9).

Menurutnya walau ada kegiatan yang tidak teranggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam. Ia mengaku ada sumbangsih dari pihak non pemerintah baik berskala nasional maupun internasional.

“Contoh yang Miss Tourism Worldwide kemarin, oleh lisensi dari Singapura bekerjasama dengan Hotel Pasific dan Radisson,” ucapnya.

Ia mengatakan, asosiasi pariwisata juga punya jaringan untuk mengelar kegiatan di Bata. kegiatan lain seperti lomba sepeda Singapura Championship yang dikerjasamakan dengan even organiser dan federasi sepeda Singapura dan ISSI Kepri, Juni lalu. Juga ada kegiatan Nongsa Regata.

“Disbudpar kepri dan Kemenpar juga dukung. Batam salah satu daerah yang dapat program hot deals dari Kemenpar, tiketnya diskon tapi khusus saat weekday,” katanya.

Kami mengenal stilah, Aksesbilitas, Amenitas dan atrakasi. Aksesbilitas seperti yang dilakukan oleh Pemko Batam pelebaran jalan adalah salah satunya, yangs aat ini sedang dikerjakan, ini tak terlepas membangun pariwisata.

Ia memaparkan, ada tiga hal yang erat kaitannya dengan pariwisata, yakni aksesbilitas, amenitas dan atraksi. Aksesbilitas salah satunya yakni yang tengah digenjot Pemko Batam yakni pembangunan jalan.

“Ini merupakan bagian dari pengembangan pariwisata,” ucapnya.

Sementara untuk amenitas yakni ketersedian sarana seperti hotel. Dalam hal in, ia menyebutkan di Batam cukup mumpuni.

Soal atraksi seperti iven yang diharapkan dikembangkan bersama stakeholder pariwisata dan pengembangan destinasi. “Kita kembangkan pulau Ranoh. Terus ada juga Kampung terih Nongsa, Tebing Langit Sekupang yang melibatkan masyarakat dan komuniotas,” paparnya. (iza)

Advertisement
loading...