Iklan
Penambang pasir.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Lesunya sektor penjualan properti di Batam, berimbas pada berkurangnya juga penjualan bahan baku bangunan seperti misalnya batako maupun pasir. Seperti penjualan pasir di kawasan penambangan pasir Panglong Batubesar misalnya.

Pantauan Batam Pos di lokasi, biasanya truk penampung dan pengangkut pasir yang baru saja disedot dan dicuci, tampak berderet terparkir di tepi kubangan galian pasir, menunggu gilirannya mengangkut pasir. Namun beberapa hari ini lokasi galian pasir di Panglong tampak sepi. Adapun truk pengangkut pasir yang terparkir di tepi galian, tapi jumlahnya hanya satu sampai tiga truk saja.

Begitu juga dengan mesin penyedot pasir yang biasanya hampir tiap hari tak pernah berhenti nyala lima sampai delapan mesin, namun beberapa hari ini aktivitas penyedotan berkurang drastis. Hanya ada dua hingga empat mesin saja yang beroperasi. Itupun hanya sore hingga malam hari saja. Sedangkan pagi hingga siang, hampir semua mesin tak beroperasi.

Berkurangnya aktivitas penyedotan pasir di Panglong diakui salah satu penambang pasir sekaligus pembuat batako di kawasan Panglong, KH.

“Biasanya tiap hari saya tak pernah istirahat turun ke Panglong. Namun sudah sebulan ini permintaan pemesan pasir lagi sepi, jauh berkurang dibandingkan dua bulan sebelumnya. Begitu juga dengan batako, saat ini juga lagi sepi pemesan. Apalagi kali ini sedang musim hujan, batako pembuatannya saya kurangi. Sayang juga kan kalau buat tapi kehujanan,” ujar KH, warga Panglong.

Penjualan pasir sepi tak hanya ke sejumlah toko bahan bangunan saja. Beberapa proyek pengembang di Batam yang biasanya rutin tiap hari selalu minta dipasok pasir, saat ini permintaan pasirnya banyak yang mandeg.

“Nggak tahu juga kenapa dalam sebulan ini permintaan pasir jauh berkurang dibandingkan biasanya. Kalau kata penampung pasir yang datang ke sini membawa truk itu, katanya bangunan lagi sepi. Makanya orang minta pasokan pasirpun juga sepi. Soal harga, pasir di Panglong ini masih mematok harga lama, jauh lebih murah dibandingkan beli di toko bangunan. Tak ada pengaruhnya entah dolar naik atau tidak, harga pasir di Panglong ini tetap seperti sebelum-sebelumnya,” ujar KH yang tak mau menyebutkan detail harga pasir per kubiknya.

Karena sepinya permintaan pembeli pasir saat ini, lanjut KH, diakuinya rekan-rekannya sesama penambang saat ini sudah banyak yang mencari kerja sampingan seperti menjadi kuli bangunan. Ada juga yang memilih menjadi sopir di beberapa perusahaan di Batam. Bahkan ada juga yang memilih mengojek pagi hingga sore, malamnya turun lagi ke lokasi penambangan pasir. (gas)

Advertisement
loading...