ilustrasi

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karimun hanya menemukan 63 pemilih ganda dari 148 pemilih yang diindikasikan ganda oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

”Sudah kami cek berulang-ulang, hanya 63 nama saja yang ganda. Kita bersama Bawaslu sudah mencoret 63 nama pemilih ganda tersebut,” ujar Komisioner KPU Kabupaten Karimun, Mardanus kepada Batam Pos, Selasa (11/9).

Temuan paling banyak, lanjutnya, berada di Kecamatan Meral dan Karimun. Dengan demikian, secara otomatis jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 157.079 orang akan berubah.

Sebab, selain pemilih ganda, pihaknya juga mendapatkan rekomendasi dari Bawaslu Karimun tentang pemilih yang sudah melakukan perekaman atau pemilih pemula di atas tanggal 21 Agustus atau setelah penetapan DPT.

”Jadi, ada sekitar 500 pemilih yang sudah melakukan perekemanan e-KTP. Itu juga akan kita masukkan dalam penyempurnaan jumlah DPT,” ujarnya.

Sebelumnya, KPU Karimun menetapkan DPT sebanyak 157.079 jiwa untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 nanti. Ketetapan ini disepakati me-lalui rapat pleno rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPS-HP) dan penetapan DPT, Selasa (21/8). Jumlah DPT ini berkurang 161 pemilih dibandingkan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPS-HP) yang mencapai157.240 orang.

Padahal dalam DPS-HP, pihak KPU sudah mengurangi sekitar 2.428 pemilih dibanding DPS sebelumnya yang mencapai 159.668 pemilih.

Namun, dalam perjalanannya, pihak Bawaslu menemukan 148 pemilih ganda pada saat pleno DPT di pusat.

Setelah dilakukan penelusuran, dari 148 laporan Bawaslu hanya 63 pemilih yang terbukti ganda. Ketua KPU Karimun Eko Purwandoko menyampikan, ketika pleno DPS di tingkat KPU Provinsi Kepri juga ditemukan pemilih ganda. Namun, jumlahnya tidak banyak, hanya 10 orang.

”Sehingga hasil Pleno Karimun sebanyak 157.069 berkurang 10 orang menjadi 157.069 orang,” bebernya. (san)

Advertisement
loading...