Iklan
ilustrasi

batampos.co.id – Sat Reskrim Polresta Barelang mengimbau masyarakat Kota Batam untuk lebih waspada terhadap aksi kejahatan yang kerap terjadi belakangan ini. Terutama, kejahatan sepeti kasus penipuan dengan melalui media sosial atau dalam jaringan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, aksi penipuan yang kerap terjadi pada saat ini adalah penipuan melalui media sosial (Medsos) maupun elektronik dengan dalih penjualan produk. Dalam satu bulan terakhir, Jajaran Polresta Barelang telah menerima lima laporan penipuan

“Masyarakat harus peka dan melihat barang yang ingin dibeli. Kroscek dulu kebenarannya sebelum melakukan transaksi melalui penawaran dengan harga yang murah,” ujarnya.

Dijelaskan Andri, modus penipuan dalam medsos biasanya dilakukan dengan Facebook, Whatsapp, bisnis online maupun medsos lainnya dengan menawarkan harga jauh dibawah dari harga kewajaran maupun lainnya, sehingga membuat korban terpedaya untuk mengirimkan uang.

“Jangan tergiur harga murah namun berkahir mengecewakan. Kalau bisa bertemu langsung dengan penjualnya. Itu lebih baik. Kalau penjual di luar kota, dicek lagi kebenarannya,” tuturnya.

Selain menawarkan barang dengan harga murah, modus penipuan lainnya adalah dengan menghubungi korbannya dan mengaku dari seorang pejabat. Kemudian pelaku memperdaya korban untuk mengirimkan uangnya dengan mengaku nama dan pangkat orang lain.

Tidak hanya itu, pelaku penipuan bahkan menghubungi keluarga korban dengan mengatakan bahwa salah satu anggota keluarganya mengalami kecelakaan atau sakit. Dalam aksi penipuan itu, korban mengalami kerugian yang beragam, mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah.

“Kalau ada yang seperti ini langsung lapor pada kita untuk kita tindak lanjuti. Sebelumnya, kita juga menangkap pelaku penipuan yang pelakunya tiga orang asing asal Nigeria dan satu orang warga negara Indonesia,” bebernya. (gie)

Advertisement
loading...