ilustrasi anak punk
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Batam amankan sebelas orang anak punk yang nongkrong di sepanjang jalan Gajah Madah Tiban, Sekupang, Kamis (13/9) siang.

Iklan

Sebelas remaja putus sekolah ini merupakan pelaku pengeroyokan terhadap seorang warga Tiban pada, Rabu (12/9) malam. Dari tangan para remaja berusia rata-rata 14 tahun ini petugas juga mengamankan sebilah celurit yang diduga sebagai senjata untuk menakut-nakuti warga di malam hari.

Koordinator petugas patroli Satpop PP kota Batam Alex Wahyudi menuturkan, penangamanan sebelas remaja tersebut dilakukan secara spontan saat mereka patroli ke lokasi mereka nongkrong dengan KFC Tiban.

“Sehari sebelumnya kami juga dapat laporan dari warga bahwa mereka aniaya seorang bapak di lokasi yang sama. Tadi saat patroli mereka sedang ngumpul jadi kami bawa ke sini (Mako Satpol PP di Batuaji),” tutur Alex.

Saat diintrogasi petugas, para remaja ini mengakui jika merekalah yang menganiaya seorang warga sehari sebelumnya.

“Iya pak, karena dia (korban) kata-katain kami karena adeknya ikut bergabung dengan kami. Dia tampar adiknya (perempuan) di depan kami makanya kami spontan keroyok dia,” ujar Kohir, seorang dari kelompok remaja itu yang sudah berusia 18 tahun.

Sebelum pengeroyokam terjadi, korban mendatangi kelompok anak punk itu sebab adik perempuan korban bergabung dengan mereka. Adik perempuan korban sudah satu hari satu malam tak pulang ke rumah. Kesal karena merasa mempengaruhi adiknya, korban lantas marah-marah ke kelompok remaja itu. Korban juga sempat menampar adiknya sehingga dia dikeroyok remaja-rejama yang lima orang diantaranya adalah anak gadis yang berusia masih 14 tahun.

Kepada wartawan, para remaja ini mengaku sebagai kelompok remaja yang merasa senasib karena putus sekolah akibat faktor ekonomi. Mereka berkumpul untuk sama-sama mencari uang dengan cara mengamen ataupun menjadi petugas parkir liar. Mereka mengelak jika kerap berbuat onar seperti yang dicurigai petugas. Bahkan senjata tajam yang diamankan petugas juga bukan milik mereka.

“Itu punya orang Pak. Kebetulan ada di tempat kami ngumpul jadi dikira punya kami,” tutur Diki, seorang remaja lainnya.

Sampai sore kemarin, sebelas remaja yang terdiri dari enam pria dan lima wanita itu masih diamankan di Mako Satpol PP di Batuaji. Mereka menjalani serangkaian pembinaan fisik dan mental sebelum diserahkan ke Dinsos Batam untuk dibina. (eja)