Iklan
Lanal Tanjungbalai Karimun menunjukkan tersangka dan barang bukti yang berhasil diamankan, Kamis (13/9). (F. SANDI PRAMOSINTO/BATAM POS)

batampos.co.id – Anggota Koarmada I dan Lanal Tanjungbalai Karimun me-nembak speedboat yang membawa mikol ilegal saat melakukan pengejaran, Rabu (12/9) malam. Dua orang yang berada di atas speedboat terkena tembakan, yakni KN dan RN. KN meninggal dunia, sedangkan RN masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bhakti Timah, Tanjungbalai Karimun.

Wakil Danlantamal IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Teguh Iman mengatakan, penembakan ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan Koarmada I bersama jajarannya yakni Lanal Tanjungbalai Karimun melakukan pemberantasan penyelundupan.
Mikol tersebut berasal dari Jurong Port, Singapura yang dibawa mengunakan kapal. Selanjutnya di tengah laut, mikol dipindahkan ke speedboat.

Penangkapan ini berawal setelah pihaknya mendapatkan informasi ada kegiatan pengangkutan ilegal. Selanjutnya dilakukan pengintaian di Perairan Riau pada Rabu (12/9) malam. Mereka me-nemukan dan mencurigai speedboat yang sangat laju melintas di perairan tersebut.

”Anggota kita sempat melakukan pengejaran namun speedboat berhasil melarikan diri,’’ ujarnya, Kamis (12/9).

Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro menambahkan pihaknya tidak mau menyerah. Kapal patroli tetap menunggu di sekitar perairan yang sama. Satu jam kemudian pihaknya kembali melihat speedboat tersebut melintas. ’’Anggota yang ada di atas kapal akhirnya siaga. Kemudian, terjadi kejar-kejaran. Sampai anggota me-ngeluarkan tembakan peringatan,’’ paparnya.

Tak hanya itu, speedboat yang menggunakan lima mesin masing-masing berkekuatan 200 PK tersebut memberikan perlawanan. Mereka mencoba menabrak kapal patroli TNI AL. Beruntung anggota cepat menghindar. Tidak lama kemudian, pelaku penyelundupan dengan kecepatan tinggi mengitari kapal patroli beberapa kali sehingga menimbulkan gelombang.

’’Kapal patroli bergoyang dan kembali akan ditabrak. Namun, berhasil dihindari,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, pihaknya mengambil tindakan tegas untuk melumpuhkan speedboat dengan melepaskan tembakan ke arah kapal. Tembakan ada yang mengenai tiga unit mesin dan pelaku penyelundupan.

”Benar, dua orang pelaku penyelundupan, yakni RN dan KN mengalami luka tembak,’’ jelasnya.

Pelaku penyelundupan yang mengalami luka tembak langsung dibawa ke Tanjungbatu untuk mendapatkan pera-watan. Namun, satu pelaku berinisial KN akhirnya meninggal. Jenazahnya sudah diserahkan kepada pihak keluarga di Tanjungpelanduk, Kecamatan Moro. Sedangkan, RN masih menjalani perawatan di RS Bhakti Timah.

’’Di atas speedboat yang mengangkut lebih dari 200 kotak mikol dan ada 10 orang di dalamnya. Saat ini semua yang ada di dalam speedboat kita jadikan tersangka,’’ ungkapnya. (san)

Advertisement
loading...