Tes pengukuran Sport Development Index (SDI) di Dataran Engku Putri, Kamis (13/9/2018)
foto: batampos.co.id / riyan

batampos.co.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Batam menggelar tes pengukuran Sport Development Index (SDI) di Dataran Engku Putri, Kamis (13/9). Sebanyak 100 peserta dari beragam lapisan masyarakat mengikuti kegiatan yang digelar oleh Kemenpora ini.

Iklan

Perwakilan Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Rekreasi Kemenpora Hasan Fachrudin mengatakan kegiatan ini digelar untuk melihat sejauh mana tingkat kebugaran dan kesehatan di masyarakat Indonesia. “Kegiatan ini dimaksudkan untuk memetakan kebugaran masyarakat Indonesia dari segala kalangan dan usia. Juga melihat seberapa jauh ketertarikan masyarakat untuk berolahraga,” jelas Hasan.

“Tidak hanya di Batam, kegiatan ini juga dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia hingga akhir Oktober mendatang. Dan Batam menjadi daerah ke-16 dilakukannya tes pengukuran SDI,” jelas pria yang menjabat sebagai Kasubdit kapasitas Fisik Bidang Antropometri dan Kapasitas Fisik PPITKON Kemenpora ini.

Hasan berharap hasil tes pengukuran SDI yang dilakukan menunjukkan olahraga sudah membudaya di masyarakat. hasil pengukuran secara random yang dilakukan di setiap provinsi ini akan dilakukan pemetaan secra nasional.

“Pemetaan mengenai tingkat kebugaran masyarakat secara umum di Indonesia,” tegas Hasan.

Kemenpora di masa mendatang nantinya akan digelar oleh Kemenpora secara rutin. Selain itu, program ini kedepan akan ditambah dengan program selanjutnya dari Kemenpora.

“Ini adalah starting poin dari program selanjutnya Kemenpora. Pemerintah akan melakukan program selanjutnya dari hasil tes ini. Apapun hasil yang didapat dalam tes ini, makan akan menjadi rujukan pemerintah melalui Kemenpora dan pemerintah daerah,” terangnya.

Hasan juga menjelaskan jika tes yang digunakan untuk mengukur tingkat kebugaran masyarakat ini melalui pengukuran VO2Max. “Hanya satu tes saja, yakni pengukuran VO2Max,” kata Hasan.

“Karena fungsi cardiovascular endurance adalah 50 persen mewakili komponen tubuh. Sisanya dibagi muscle strenght, muscle endurance, body compotition, dan flexibility,” beber Hasan.

Pemerintah berharap di masa mendatang, akan muncul kebijakan baik itu dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah daerah untuk meningkatkan ketertartikan masyarakat akan olahraga. Terutama dalam membudayakan olahraga.

“Ke depan, maping yang dilakukan tidak habya sekadar pada tingkat kebugaran, tetapi juga pada pembinaan bakat dan minat dalam olahraga,” ungkap Hasan.

Perubahan gaya hidup masyarakat saat ini menjadikan tingkat ketertarikan akan olahraga berada di bawah rata-rata ideal SDI. “Hampir semua daerah dari yang telah melakukan tes pengukuran SDI berada di bawah rata-rata,” tuturnya.

“Padahal standart rata-rata pengukuran VO2Max untuk dikatahan sehat itu adalah 38 ml/kg berat badan keatas volume oksigen dalam satu menit. Hasil pengukuran sebelumnya, didapatkan hasilnya masih jauh dibawah untuk semua kategori usia,” jelas Hasan.

Menurut Hasan, kategori usia bukan menjadi faktor dominan dalam tingkat kebugaran. “Karena itu kita mengambil sampel secara random untuk seluruh kategori, tidak hanya usia,” beber Hasan.

“Hanya sebagian kecil dari sampel yang menunjukkan kecenderungan VO2Max-nya ke arah yang baik. Sebaian besar masih berada di bawah rata-rata yang diharapkan,” kata Hasan.

Dilakukannya tes pengukuran secara berkala dan berkelanjutan akan membuat pemerintah daerah lebih terpacu untuk meningkatkan tingkat kebugaran dan ketertarikan untuk berolahraga.

“Dan Kemempora akan memberikan support baik yang bersifat kebijakan teknis, dan panduan agar pemerintah daerah semakin intens dalam meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk berolahraga,” tegas Hasan.

Hasan juga mengucapkan terimakasih pada Dispora dan Pemko Batam serta pada peserta tes. Menurutnya antuiasme peserta yang mengikuti tes ini sangat tinggi.

“Di Batam berbeda dengan daerah lainnya. Meski sama-saa antusiasme tinggi, tapi hanya di Batam yang chemistry peserta dan tes pengukuran ini muncul,” seru Hasan.

Sedang Kabid Olahraga Dispora Kota Batam Aisrin menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh Kemenpora ini. “Kegiatan ini mengukur tingkat kebugaran masyarakat batam daei seluruh elemen,” tutur Aisrin

“Tingkat kebugaran dari pelaku olahraga ini dapat terukur seperti standart yang diterapkan oleh Kemenpora,” tambahnya.

Harapan kedepan, lanjut Aisrin, pelaku dan pembina olahraga dapat mengetahui bagaimana menciptakan atlet yang berprestasi. “Karena tidak mudah untuk bisa menciptakan atlet yang berprestasi,” ucap Aisrin.

“Hingga saat ini kita masih berbicara bagaimana menciptakan masyarakat yang bugar dan sehat, belum pada tingkat prestasi,” keluhnya.

Tes Pengukuran SDI ini diikuti sebanyak 100 peserta dari beberapa elemen masyarakat. Diantaranya berasal dari pelajar, mahasiswa, instruktur senam, dan Ikatan Guru Olahraga (IGO) Batam.(yan)