Wadireskrimum Polda Kepri AKBP Ari Darmanato bersama anggota melakukan kembali olah tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat Chintya (inzet) di kaki bukit Hotel Vista, kamis (13/9).Olah TKP tersebut dalam upaya penguatan fakta untuk mempertegas alibi polisi terhadap terduga pelaku pembunuhan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kepri kembali mencoba mengungkap misteri pembunuhan Try Chintya Prasetya yang terjadi pada 2015 silam. Polisi mengaku menemukan petunjuk baru untuk mengungkap kasus tewasnya remaja 17 tahun tersebut.

“Kami melakukan back up dengan Polresta Barelang dalam pengungkapan ini,” kata Wadirkrimum Polda Kepri AKBP Ari Darmanto usai melakukan olah TKP di dekat Hotel Vista Batam, Kamis (13/9).

Dijelaskan Ari, pengungkapan kasus ini merupakan perintah dari Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto untuk meninjau temuan-temuan pada tiga tahun yang lalu. Kemudian pihak kepolisian akan menganalisa temuan-temuan itu terkait dengan kekurangan dan kelemahannya dari temuan-temuan itu.

“Kemudian potensi yang diduga pelaku itu, bagaimana supaya kita bisa mengungkap siapa pembunuh Chintya sebenarnya. Karena waktu yang bersamaan ada tiga kasus yang secara beruntun. Yakni kasus Nia, Anggi, yang secara beruntun akhirnya kemudian masuk kasusnya Chintya,” katanya.

Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, Ditkrimum Polda Kepri juga memanggil pihak-pihak yang sebelumnya pernah dicurigai sebagai pembunuh Chintya. Hasilnya, Ari mengaku mendapatkan petunjuk baru. Sayang ia masih enggan membeber petunjuk yang dimaksud.

Ia juga enggan menjelaskan saat ditanya apakah pelaku pembunuhan Chintya merupakan orang yang sama dengan pelaku pembunuh Nia. Seperti diketahui, polisi telah menangkap pelaku pembunuh Dian Milenia Trista Afiefa alias Nia, yakni Wardiaman Zebua. Wardiaman telah berstatus terpidana seumur hidup.

Namun Ari menyebut, dari hasil pemeriksaan awal terdapat kemiripan modus antara pembunuhan Chintya dan Nia. Namun metode pembunuhannya sedikit berbeda.

Ia berharap kasus ini bisa terungkap dan pihaknya bisa memberikan kepastian hukum kepada pihak keluarga dan masyarakat agar tidak menimbulkan keresahan.

“Argumentasi kita terhadap pelaku lama kita tidak ada. Tapi yang namanya metode, modus yang diindikasikan sama belum tentu pelakunya sama. Tapi kita ingin menguatkan kembali terhadap alibi yang fakta di TKP untuk menentukan siapa pelaku sebenarnya. Jadi tidak langsung TKP sama, alibi sama, terus pelakunya sama, tidak,” bebernya.

Sekadar mengingatkan kembali, kasus pembunuhan Try Chintya Prasetya cukup menyita perhatian masyarakat Batam pada 2015 lalu. Jasad remaja 17 tahun itu ditemukan dalam parit dekat Hotel Vista Batam pada 8 Agustus 2015. Chintya tewas dengan luka menganga di lehernya.

Hasil autopsi menyebutkan Chintya meninggal akibat tusukan berkali-kali ke beberapa bagian tubuhnya. Di lokasi itu ditemukan juga kunci sepeda motor dan identitas korban. Sedangkan sepeda motor Honda Beat merah yang dikendari korban, baru ditemukan pihak kepolisian sehari setelah kejadian di halte minimarket Jodohcenter, Bengkong. Polisi menduga tempat itu hanya pembuangan jasad korban saja. Sedangkan aksi pembunuhan dilakukan di tempat lain.

Polisi juga telah memeriksa puluhan saksi, termasuk suami Chintya dan mertuanya. Namun pihak Polresta Barelang yang menangani kasus ini tidak menemukan titik terang atas kasus ini. Tiga tahun berlalu, polisi kembali mencoba mengusut kasus ini. Dengan harapan dapat menemukan pelaku pembunuhan Chintya.

Kasus pembunuhan Chyntia ini juga sempat membuat warga Batam cemas. Terutama mereka yang memiliki anak remaha putri. Sebab di tahun yang sama terjadi tiga pembunuhan. Seluruh korbannya merupakan remaja putri.

Sebelum Chintya, Juni 2015 polisi menemukan Dwi Wana Juli Anggi tewas dengan luka di leher di Bukit Dangas. Kemudian pada 8 Agustus 2015 polisi mendapati jasad Chintya di parit dekat Hotel Vista.

September 2015 warga Batam kembali dihebohkan dengan kasus pembunuhan remaja putri. Kali ini korbannya merupakan siswi SMAN 1 Batam, Dian Milenia Trista Afiefa atau Nia. Jasad Nia ditemukan di hutan Seiladi dengan kondisi yang mengenaskan. (gie)

Advertisement
loading...