Iklan
Rita Jitendra, seorang profesor terkenal dari India yang juga menjadi terkenal karena banyak penampilannya di televisi meninggal pada hari Senin, tak lama setelah dia tersedak dan kehilangan kesadaran selama penampilan TV langsung di jaringan TV India (Inquistr)

batampos.co.id – Ajal memang tak pandang dimana akan datang dan kapan plus sdengan cara apa.

Seperti yang dialami Rita Jitendra, seorang profesor terkenal dari India yang juga menjadi terkenal karena banyak penampilannya di televisi.

Ia meninggal pada Senin, tak lama setelah dia tersedak dan kehilangan kesadaran saat siaran langsung di jaringan TV India Doordarshan.

Menurut Telegraph India pada Selasa (11/9), Jitendra yang berusia 81 tahun muncul di acara pagi langsung, Good Morning J & Kpada Senin, dan mengingat kembali momen-momen tak terlupakan dari kehidupannya dan karirnya ketika dia tiba-tiba berhenti bicara, dia mulai cegukan dan tersedak, sedangkan kamera
tetap fokus padanya.

Beberapa menit kemudian, dia dinyatakan meninggal saat tiba di Rumah Sakit SMHS di Jammu. Seperti dikutip oleh Daily Mail, Dr Saleem percaya bahwa Rita Jitendra meninggal karena serangan jantung mendadak, yang mungkin disebabkan oleh aritmia jantung atau detak jantung yang tidak normal.

Berbicara kepada Telegraph India, presenter Good Morning J & K Zahid Mukhtar mengingat kejadian ketika Jitendra muncul di acaranya dan tidak menunjukkan tanda sakit.

“Dia menceritakan pada kami beberapa hal yang menarik tentang hidupnya dan tampak benar-benar sehat,” kata Mukhtar.

“Tapi tiba-tiba dia berhenti bicara dan mulai cegukan. Kami harus memotong wawancara dan beralih ke film dokumenter agar bisa membawanya ke rumah sakit.”

Hafiza Muzaffar, yang menjadi tuan rumah Jitendra beberapa kali ketika dia mengunjungi Srinagar, mengatakan kepada Telegraph India bahwa almarhum profesor itu seperti seorang ibu baginya, dan menghabiskan waktu bersama pada hari sebelum wawancara Good Morning J & K.Muzaffar menambahkan, ia menyajikan teh untuk Jitendra pada Senin pagi sebelum menuju ke studio, dan ia tidak menyangka itu akan menjadi yang terakhir kalinya ia melihatnya hidup.

“Dia akan berpartisipasi dalam beberapa acara dan melakukan wawancara dengan Doordarshan dan Radio Kashmir,” kata Muzaffar.

Seperti yang diingat, Rita Jitendra memulai karir profesionalnya sebagai seorang profesor Sansekerta dan menulis beberapa buku. Selain tampil rutin di Doordarshan dan Radio Kashmir, Jitendra menjadi sekretaris perempuan pertama Akademi Seni, Budaya, dan Bahasa Jammu dan Kashmir setelah dia pensiun dari karir penyiarannya.

(ina/ce1/JPC)

Advertisement
loading...