
batampos.co.id – Sesuai dengan arahan Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama dengan Polresta Barelang membuka kembali beberapa kasus pembunuhan yang masih belum terungkap hingga kini.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian itu adalah pembunuhan Try Chintya, perempuan cantik yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan di selokan dekat Hotel Vista.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri AKBP Ari Darmanto menemukan petunjuk setelah mempelajari berkas-berkas kasus pembunuhan tersebut.Petunjuk berupa bukti yang telah dikumpulkan penyidik saat penyidikan kasus ini, dan bukti ini telah dikirimkankan Mabes Polri untuk diuji secara digital forensik.
“Kami masih menunggu hasilnya. Kami belum tahu kapan,” katanya, Jumat (14/9).
Hasil dari science digital atau digital forensik ini, dapat membantu polisi mengungkap siapa pembunuh wanita cantik. Saat ditanyakan apa bukti yang menguatkan penyidikan polisi ini. Ari enggan membeberkannya.
“Nantilah, beri kami waktu,” ucapnya.
Selain menguji bukti yang sudah ada. Ari memanggil lagi saksi-saksi yang diduga keterlibatnnya di Tempat Kejadian Perkara serta memiliki alibi yang kuat. Polisi akan meminta beberapa keterangan tambahan dari para saksi-saksi tersebut.
Pemanggilan ini, karena dari pemeriksaan yang sudah dilakukan masih ada kekurangan informasi.
“Ada yang perlu kami dalami dari para saksi ini,” ucapnya.
Kasus ini, kata Ari masih tetap dalam penanganan Polresta Barelang. Namun, dalam penyidikan hingga ditemukan pelaku pembunuhan diasistensi Polda Kepri.
“Kami back up penuh,” ujarnya.
Sebelumnya, Polda Kepri bersama dengan Polresta Barelang melakukan olah TKP kembali ditempat penemuan mayat Try Chyntia, Kamis (14/9). Saat olah TKP itu, polisi melakukan pengukuran jarak lokasi penemuan mayat Chyntia dengan jalan utama.
Kasus pembunuhan Try Chintya Prasetya ini mengemparkan masyarakat Kota Batam. Karena dalam beberapa minggu sebelumnya dan sesudahnya ditemukan beberapa mayat perempuan-perempuan muda.
Mayat Try Chintya ditemukan 8 Agustus 2015. Dari hasil otopsi, perempuan yang baru menikah itu meninggal akibat tusukan di beberapa bagian tubuhnya. Puluhan saksi telah diperiksa polisi. Namun, sejak penemuan mayat itu hingga kini tidak ada titik terang atas kasus ini. (ska)
