
foto : batampos.co.id / cecep mulyana
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam belum juga menyampaikan rincian formasi dari 363 kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Pemko Batam masih mempertanyakan masalah ini ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) melalui surat resmi.
“Saya sudah surati lagi Menpan. Ada yang perlu ditanyakan kembali tentang rincian itu,” kata Walikota Batam, Rudi, di Kantor DPRD Batam, Jumat (14/8).
Ada beberapa hal yang ditanyakan Rudi. Misalnya soal jatah bagi pelamar lulusan cumlaude untuk satu formasi CPNS. Ketika di formasi tersebut tak ada satupun pelamar cumlaude, apakah otomatis jatah tersebut gugur atau seperti apa.
“Kalau tak ada (lulusan cumlaude) yang daftar, bisa tak digeser, ini yang saya mau tahu. Supaya kuota tak berkurang,” imbuhnya.
Ia menyebutkan pengiriman surat oleh Pemko ini tak terkait atau mengubah kuota CPNS untuk Batam. Hanya saja sebagai bahan pemerintah daerah memperjelas ketentuan CPNS dan bisa saja kelak jumlah di setiap formasi berubah.
“Rinciannya (rincian formasi, red) itu saja. Makanya saya mau tanya ke Menpan dulu,” imbuhnya.
Seperti diketahui, Pemko Batam mendapat kuota 363 CPNS tahun ini. Kuota tersebut jauh lebih rendah dari jumlah yang diajukan Pemko Batam sebanyak 2.148 orang. Pengajuan kuota tersebut seudah melalui analisa kebutuhan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Batam.
Adapun rincian kebutuhan tersebut adalah tenaga guru SMP sebanyak 481 orang, tenaga guru SD 551 orang, tenaga kesehatan untuk RSUD 263 orang, tenaga kesehatan Dinas Kesehatan Kota Batam 140 orang, serta 723 tenaga fungsional dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sementara pemerintah pusat menawarkan kuota sebanyak 70 orang. Kuota tersebut diselaraskan dengan jumlah PNS Pemko Batam yang pensiun pada 2017 lalu.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP SDM) Kota Batam M Sahir mengatakan, tawaran tersebut tak mewakili kebutuahn PNS Batam yang cukup besar. Terlebih untuk tenaga kesehatan dan pendidikan.
“Ditawari sesuai yang pensiun kami tak mau. Kami butuh banyak,” ucapnya belum lama ini.
Namun akhirnya KemenPAN-RB hanya mengabulkan 363 CPNS dari 2.148 yang diusulkan. (iza)
