
F. Boby Wira Satria, Kabag Humas dan Protokol
batampos.co.id – Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza menorehkan prestasi gemilang. Ia didapuk mewakili ratusan kota-kota di Asia Pasific untuk menandatangani komitmen perjanjian global perubahan iklm dan ketahanan energi pada kongres ke-7 United Cities and Local Governments Asia Pasific (UCLG ASPAC) di Surabaya, Rabu (13/9/2018) lalu.
Menurut Ariza, untuk mengimplementasikan komitmen tersebut harus melalui kebijakan-kebijakan yang terukur seperti, pengurangan gas emisi, persiapan dampak perubahan iklim, memperluas akses energi berkelanjutan dan perlu segera diimplimentasikan dalam waktu dekat.
Visi dan tujuan komitmen tersebut untuk ketahanan daerah dalam menghadapi perubahan iklim.
Dikatakan Ariza, Kota Tanjungpinang sejak tahun 2016 sudah tergabung dalam UCLG ini sudah melaksanakan upaya-upaya dalam menghadapi perubahan iklim seperti melaksanakan penghijauan, penanaman mangrove, penataan pengelolaan banjir dan pengelolaan persampahan, melakukan uji emisi bahkan Tanjungpinang sebelumnya mendapat penghargaan peringkat ke dua langit biru se-Indonesia.
Ia juga menambahkan bahwa Tanjungpinang merupakan bagian dari wilayah Provinsi Kepri, daerah laut yang sangat rentan dengan gelombang dan angin puting beliung. Selain itu juga daerah yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia yang juga rentan terhadap limbah laut, maka untuk mengantisipasi hal tersebut perlu diambil langkah-langkah menjaga lingkungan. Mangrove dan hutan sebagai filter perlu dilestarikan.
Pembangunan industri perlu dilakukan pengawasan terutama efek akhir yang ditimbulkan seperti limbah B3.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemko Tanjungpinang, Yuswandi menambahkan dengan komitmen yang sudah ditandatangani ini Pemko Tanjungpinang terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Komitmen itu tidak bisa dilakukan oleh Pemko semata, tetapi perlu dukungan dari seluruh masyarakat. Sehingga semua dapat terwujud,” ujar Yuswandi.(cca)
